Panglima Kodam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso (tengah) memberikan keterangan pers dan memastikan anggotanya tidak terlibat penyerangan LP Cebongan Sleman.

Jakarta - Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayor Jenderal (Mayjen) Hardiono Saroso dicopot dari jabatannya.

Posisi Pangdam IV Diponegoro itu kemudian diisi oleh Mayjen Sunindyo, yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Personel (Aspers) Kepala Staf TNI AD (Kasad) Mayjen Sunindyo.

“Pangdam Diponegoro resmi dicopot. Penggantinya adalah Mayjen Sunindyo, yang kini menjabat Aspers Kasad. Tahun lalu Mayjen Sunindyo menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV Diponegoro. Dia juga pernah menjabat Komandan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura,” ujar sumber SP di Jakarta, Sabtu (6/4).

Dikatakan, pergantian Pangdam IV Diponegoro itu secara resmi akan dilakukan pada Senin (8/4).

Namun, sumber itu tidak menegaskan apakah pergantian itu terkait dengan aksi penyerbuan di LP Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta, pada 23 Maret 2013 dinihari.

Dalam insiden itu, pelaku menembak mati empat tahanan di sel A5. Keempat korban adalah tersangka pembunuh anggota Komandan Pasukan Khusus (Kopassus), Sersan Kepala Santoso, di Hugo's Cafe, Sleman, pada 19 Maret 2013.

Setelah insiden di LP Cebongan, Mayjen Hardiono Saroso mengatakan bahwa tidak ada anak buahnya yang terlibat. Menurutnya, aksi itu dilakukan oleh sekelompok preman.

Komandan Garnisun yang melingkupi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta juga membawahi satuan organik dan organik Kodam IV Diponegoro ini secara tegas membantah pelaku penyerangan LP Cebongan adalah anggota Kopassus.

Suara Pembaruan

Penulis: O-1/FEB

Sumber:Suara Pembaruan