Ilustrasi kapal imigran yang terdampar.

Serang - Sejumlah imigran ilegal asal Iran dan Irak yang berhasil diamankan Polda Banten, Selasa (9/4) pagi, tiba-tiba mengamuk ketika dibawa ke Mapolres Serang. Beberapa di antara imigran ilegal tersebut tiba-tiba mengamuk dan hendak melarikan diri, serta melakukan perusakan dua kaca jendela di ruang Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Serang.

Kejadian tersebut berawal ketika tim dari Satuan Tugas (Satgas) People Smugling Polda Banten, menangkap para imigran tersebut di Kampung Baru, Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Sebanyak 51 imigran berhasil diamankan, sementara 19 lainnya melarikan diri.

Setelah ditangkap, tim dari Satgas People Smugling Polda Banten mengantarkan para imigran tersebut ke Mapolres Serang. Namun, ketika tiba di Mapolres Serang, beberapa di antara mereka mengamuk karena tidak mau ditahan. Dua jendela hancur oleh pukulan dan tendangan para imigran yang lantas berusaha melarikan diri, meski aparat kepolisian segera menangkap mereka kembali.

Melihat situasi yang tidak kondusif tersebut, puluhan imigran ilegal itu kemudian dibawa ke Hotel D'Gria yang terletak di Kota Serang, untuk selanjutnya ditangani oleh Kantor Imigrasi Serang. Menurut Kapolres Serang, AKBP Ady Soeseno, para imigran tersebut mengamuk karena ingin segara dibebaskan.

"Setelah dibawa ke Polres Serang, aparat kami langsung membawa para imigran tersebut ke Hotel D'Gria, Kota Serang, supaya tidak ada perusakan lagi di Polres Serang," ujarnya.

Ady menegaskan, sekitar tiga imigran ilegal yang melakukan perusakan terhadap fasilitas negara di Polres Serang, terpaksa ditetapkan sebagai tersangka. "Para tersangka pelaku perusakan itu akan kami periksa. Mau tidak mau, kami jadikan mereka tersangka," ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit People Smugling Polda Banten, AKBP TP Damanik menjelaskan, para imigran tersebut melarikan diri dari kawasan Keronjo, Kabupaten Tangerang, dengan tujuan Australia. Sebelum diproses di Satgas People Smugling Polda Banten, para imigran ini terlebih dahulu diproses di Polres Serang. Namun, pada saat pemeriksaan, sejumlah imigran mengamuk dan meminta untuk dibebaskan.

 

Suara Pembaruan

Penulis: 149

Sumber:Suara Pembaruan