Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) menyalami Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kedua kanan) dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo (kanan) setibanya di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Sabtu (9/3)

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan bahwa pergantian Panglima TNI dan Kapolri dilakukan sesuai dengan aturan tentang batasan usia jabatan. Pergantian tidak terkait dengan kasus tertentu.

Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (10/4), mengatakan, pertimbangan yang digunakan Presiden dalam pergantian Panglima TNI dan Kapolri adalah aturan mengenai batas usia jabatan tersebut.

"Dalam jabatan Panglima dan Kapolri ada batasan usia dan itu yang akan dipakai sebagai pertimbangan. Bilamana memang telah memasuki usia pensiun tentu akan dilakukan proses persiapan pensiun," ujarnya.

"Namun kita tahu bahwa itu tidak terjadi dalam satu dua bulan ke depan, tapi pada saat Panglima TNI dari sisi usia telah dianggap mencapai usia pensiun dalam jabatan Panglima TNI. Bukan dikaitkan dengan hal-hal lain, tidak ada kaitan dengan kasus Cebongan atau yang lain," kata Julian.

Ketika ditanya apakah pergantian Kapolri dan Panglima TNI dilakukan bersamaan pada waktunya nanti, Julian mengatakan belum ada kepastian mengenai hal tersebut. Namun, Presiden juga mempertimbangkan kondisi 2014.

Yang jelas, kata Julian, Presiden ingin dalam menjaga efektivitas penanganan keamanan, khususnya dalam persiapan penyelenggaraan Pemilu 2014. Sehingga akan akan lebih baik bila pergantian dilakukan lebih awal.

"Artinya, setahun lebih atau setahun untuk persiapan bagi pejabat baru untuk bisa lebih memastikan penyelenggaraan pemilu aman, lancar, dan tertib," katanya.

Penulis:

Sumber:ANT