Elda Devianne Adiningrat, Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia dan Direktur PT Radina Niaga Mulia.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara suap pengurusan kuota impor sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun 2013.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan KPK kembali memeriksa Elda Devianne Adiningrat, mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Nasional.

"Dalam rangka penyidikan tindak pidana pencucian uang kami jadwalkan pemeriksaan Elda Devianne Adiningrat sebagai saksi untuk tersangka LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Priharsa di kantor KPK, Jakarta, Kamis (18/4) .

Selain memeriksa saksi untuk tersangka Luthfi, KPK juga memeriksa Direktur PT Cipta Inti Parmindo Yudi Setiawan untuk tersangka Ahmad Fathanah.

Elda tampak sudah memenuhi panggilan KPK. Sayangnya ia enggan berkomentar soal pemeriksaan. Sementara Yudi belum terlihat hadir di kantor KPK.

Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaqaq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang terkait suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun 2013.

Luthfi resmi berstatus tersangka tindak pidana pencucian uang sejak 25 Maret 2013. KPK menyangkakan Luthfi melanggar pasal 3 atau pasal 4 atau pasal 5 Undang-Undang No.8/2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidans pencucisn uang jo pasal 55 ayat 1 kesatu.

Seperti diketahui, berdasarkan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap penentuan kuota impor daging sapi tahun 2013 di Kementerian Pertanian (Kemtan) Ahmad Fathanah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan TPPU.

Bersamaan dengan penetapan TPPU tersebut, KPK menyita empat buah mobil mewah milik Ahmad Fathanah.

Ahmad Fathanah sendiri sebelumnya telah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan impor daging bersama tiga orang lainnya yakni, Luthfi Hasan Ishaaq, serta dua Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi.

 

Penulis: Rizky Amelia/WBP