9 Direktur Perkebunan Jadi Tersangka Perambah Hutan

9 Direktur Perkebunan Jadi Tersangka Perambah Hutan
Ilustrasi kawasan hutan gundul. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz Senin, 29 April 2013 | 12:26 WIB

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim tengah dan telah menyidik sembilan kasus perusahaan perkebunan yang diduga merambah hutan sejak akhir 2012 hingga kini. Tiga perusahaan telah proses sidang dan semua tersangkanya adalah pejabat direktur.

"Sementara yang enam lainnya ada yang sudah tahap P-21. Tiga perusahaan itu adalah perusahaan swasta dengan inisial KHL, SMU, dan MML di Kalimantan Tengah. Dari situ yang kita sita ada sebanyak 26 ribu hektare kebun sawit," kata Direktur Tipiter Brigjen Gatot Subiyaktoro di sela-sela workshop di Jakarta Barat, Senin (29/4).

Hanya saja jenderal bintang satu itu tidak ingat nama-nama para tersangkanya.

Modus kejahatan perusahaan itu, menurut Gatot, adalah hutan-hutan yang dulunya ditebang habis kayunya, lalu dijadikan perkebunan, yang celakanya kebun-kebun itu juga merambah jauh ke dalam wilayah hutan lindung yang masih hijau.

"Mereka sebenarnya punya izin perkebunan kemudian [merambah] kawasan hutan. Kita juga tahunya setelah memanggil ahli dan kemudian melihatnya di GPS bahwa sudah masuk kawasan hutan," tambahnya.

Saat ditanya mengapa meski sudah menetapkan tersangka dan bahkan sudah proses sidang, Tipiter tidak pernah menahan para tersangka tersebut, Gatot menjawab, "Penahanan membutuhkan waktu dan ada alasannya seperti apabila dia (hendak) melarikan diri, apabila dia menghilangkan barang bukti. Sedangkan proses ini panjang, kita harus periksa ahli dan segala macamnya."

CLOSE