Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, tersangka kasus korupsi impor daging sapi.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penyitaan terhadap aset-aset dua tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait pengurusan kuota impor daging sapi di Kementrian Pertanian.

Kali ini lembaga anti korupsi itu menyita mobil FJ Cruiser berwarna hitam dengan nomor polisi B 1340 THE milik mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Honda Jazz berwarna putih dengan nomor polisi B 15 VTA milik orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah.

"Kemarin, Kamis (2/5) KPK melakukan penyitaan dua mobil, dua mobil ini disita dari lokasi yang berbeda," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (3/5).

Diketahui, mobil Honda Jazz putih ini disita dari salah satu isteri Fathanah, Andi Novitasari alias Vita. Sedangkan mobil FJ Cruiser disita dari orang dekat Luthfi.
Namun Johan enggan menyebutkan identitas orang dekat dari mantan anggota Komisi I DPR tersebut.

"Kepemilikan mobil FJ Cruiser terkait dengan LHI, disita dari orang dekatnya. Detailnya belum dapat. Dua mobil itu sudah berada di halaman parkir KPK," ujar Johan.

Dengan penyitaan ini, KPK berarti telah menyita enam mobil terkait kasus tersebut. Sebelumnya KPK telah menyita tiga mobil milik Fathanah dan satu milik Luthfi.

Kempat mobil mewah tersebut diantaranya adalah Toyota Land Cruiser Prado, Toyota Alphard, Toyota FJ Cruiser, dan sedan Mercedes Benz.

Sebelumnya, selain ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementan, Luthfi juga dijerat pasal pencucian uang.

Penetapan ini menyusul orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah yang sebelumya juga telah ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang oleh KPK.

Penetapan tersangka terhadap Luthfi merupakan perngembangan dari kasus dugaan suap terkait pengurusan kuota impor daging sapi di Kementan.

Atas perbuatannya, Luthfi dikenakan Pasal 3, 4, atau 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sama seperti Luthfi, oleh KPK, Fathanah juga dijerat Pasal 3, 4, atau 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

 

Investor Daily

Penulis: RIS/YUD

Sumber:Investor Daily