Artis Khadijah Azhari menunjukkan rekening koran miliknya di Gedung KPK, Jakarta.

Jakarta - Kuasa Hukum Ayu Azhari, Fahmi Bachmid, akhirnya mengakui bahwa kliennya menerima sejumlah uang dari tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dalam penentuan kuota impor daging sapi di Kementerian Agama (Kemag) tahun 2013, Ahmad Fathanah.

Padahal, sebelumnya, baik Ayu maupun kuasa hukumnya membantah ada aliran dana dari orang dekat eks Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq tersebut.

"Benar itu (terima uang). Tetapi, tidak ada yang lain. Ayu sudah menjelaskan semuanya," kata Fahmi melalui pesan singkat, Jumat (3/5) malam.

Namun, menurut Fahmi, uang dari Fathanah tersebut tidak ditransfer ke rekening kliennya. Tetapi, diberikan secara langsung dan melalui rekening orang lain.

Selain itu, Fahmi melanjutkan bahwa uang Rp 20 juta dan 1.800 dolar Amerika diberikan secara bertahap. Pertama, sebesar 800 dolar. Selanjutnya, 1.000 dolar ditranfer ke rekening orang lain. Ketiga, sebesar Rp 10 juta diberikan langsung usai bertemu dan terkahir Rp 10 juta diberikan dengan mentransfer melalui rekening orang lain.

Seperti diketahui, artis lawas Ayu Azhari kembali menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (3/5) siang. Ketika dikonfirmasi perihal kedatangan tersebut, baik Ayu dan kuasa hukumnya mengatakan untuk menunjukkan rekening koran terkait pembuktian tidak adanya aliran dana dari Ahmad Fathanah.

Namun, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan bahwa kedatangan Ayu untuk mengembalikan uang sebesar Rp 20 juta dan 1.800 dolar Amerika.

"Menurut penjelasan penyidik, Ayu Azhari bukan untuk pemeriksaan. Tetapi, yang bersangkutan mengembalikan uang tunai sebesar Rp 20 juta dan 1.800 dolar Amerika," kata Johan Budi, Jumat (3/5) malam.

Dalam penjelasannya, Johan mengatakan bahwa uang yang jumlahnya sekitar Rp 38 juta tersebut diduga berasal dari tersangka kasus korupsi dan pencucian uang dalam penentuan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) tahun 2011, Ahmad Fathanah.

Menurut Johan, uang tersebut diduga diberikan orang dekat eks Presiden PKS kepada Ayu sebagai uang muka untuk menyanyi di suatu acara yang diduga berkaitan dengan partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

"Waktu itu, istilahnya dia (Ayu) mau manggung di suatu tempat. Tetapi, waktu itu pertunjukkan ditunggu-tunggu tidak jadi," ujar Johan

Namun, Johan mengaku tidak tahu kapan waktu manggung yang dijanjikan oleh Fathanah tersebut.

Terkait kasus suap kuota impor daging sapi, Ayu diduga menikmati aliran dana hasil pencucian uang dari Fathanah.

Dalam kasus dugaan suap penentuan kuota impor daging sapi tahun 2013 di Kemtan, KPK menetapkan Ahmad Fathanah yang diduga orang dekat Luthfi sebagai tersangka karena dianggap melakukan korupsi dan pencucian uang.

Ahmad Fathanah dijerat dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 Undang-undang Pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Bersamaan dengan penetapan TPPU tersebut, KPK menyita empat buah mobil mewah milik Ahmad Fathanah.

Keempat mobil yang disita penyidik KPK adalah mobil Toyota jenis FJ Cruiser warna hitam dengan nomor polisi B 1330 SZZ, mobil Toyota Alpard warna putih bernomor polisi B 53 FTI, mobil Toyota jenis Land Cruiser Prado TX warna hitam dengan nomor polisi B 1739 WFN, dan mobil Mercedes Benz C 200 warna hitam bernomor polisi B 8749 BS.

Selain Mobil Mercedes Benz, diketahui tiga mobil dibeli dari dealer William Mobil Pondok Indah. Kempat mobil itu ditaksir mencapai Rp 4,3 miliar.

Keempat mobil tersebut disita dari kediaman Ahmad Fathanah, salah satunya dari Apartemen Margonda Resident, Depok.

Di tempat itu, Fathanah tinggal satu atap dengan salah satu istri yang bernama Septi Sanustika. Saat ini kempat mobil tersebut menghuni pelataran parkir gedung KPK.

Suara Pembaruan

Penulis: N-8/FEB

Sumber:Suara Pembaruan