Aceng Fikri didampingi kuasa hukumnya saat menggelar jumpa pers

Bandung - Setelah sekitar enam jam lebih pemeriksaan yang dilakukan terhadap Mantan Bupati Garut, akhirnya Aceng Fikri keluar dari ruang pemeriksaan Subdit IV remaja dan anak-anak (Renakta) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat dengan ditemani kuasa hukumnya Achmad Rifai. Kepada para wartawan yang menunggunya, Aceng mengaku dicecar dengan 25 pertanyaan oleh penyidik.

"Tadi di dalam ditanya kurang lebih sekitar 25 pertanyaan, dari perihal kesehatan saya hingga kasus yang membelit saya," terang Aceng.

Ditambahkan pengacara Aceng Fikri, Achmad Rifai, mantan Bupati Garut itu menjelaskan tentang materi apa saja yang ditanyakan dalam pemeriksaan tersebut.

"Bapak Aceng tadi hanya mengenai yang sesuai dengan pasal 310 KUHP ayat 1 dan 2 tentang pencemaran nama baik yang ancaman hukuman sembilan bulan penjara, dan bukti yang disampaikan hanya berupa rekaman tayangan televisi. Padahal disitu tidak ada unsur pencemaran nama baik karena tidak menunjuk nama, dan bapak Aceng pun hanya menjawab pertanyaan dari moderator, jadi bukan atas inisiatif dia sendiri," ungkap Achmad Rifai saat menemani mantan Bupati Garut itu, Rabu (8/5).

Dilanjutkan Rifai, Mantan Bupati Garut itu hingga kini masih berhubungan baik dengan pihak Fany dan keluarga.

"Hingga kini Bapak Aceng masih menjalin komunikasi yang baik dengan mantan istrinya itu," tuturnya.

seperti diberitakan seblumnya, mantan Bupati Garut Aceng Fikri akhirnya memenuhi panggilan pihak Penyidik Polda Jawa Barat atas tuduhan pencemaran nama baik kepada Fany, mantan istrinya. Ia datang setelah dua kali pemanggilan sebelumnya Aceng Fikri tidak dapat memenuhi panggilan pihak penyidik karena dalam kondisi kurang sehat.

Aceng Fikri memenuhi panggilan Penyidik sejak dirinya ditetapkan sebagai tersangka pencemaran nama baik oleh penyidik Polda Jawa Barat sejak 23 April 2013 lalu. Hingga kini Aceng Fikri akan terus berusaha berkomunikasi dengan mantan istri yang dinikahi selama empat hari itu untuk mencari jalan tengah yang terbaik bagi kasunya ini.

Penulis: Chairul Fikri