Bank Century di Jakarta.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi kasus pencairan dana talangan Bank Century. Hal itu dikatakan oleh Ketua KPK Abraham Samad di Jakarta, Kamis (9/5).

"Masih ada satu lagi pejabat BI (Bank Indonesia) yang sekarang ada di Australia. Itu yang akan dipanggil," kata Abraham.

Soal siapa pejabat BI tersebut, Abraham mengaku lupa. Ditanya kapan pemeriksaan akan dilakukan, Abraham mengatakan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan mantan pejabat BI Wimbo Santoso.

November tahun lalu, KPK menetapkan dua orang tersangka dalam kasus Bank Century, yaitu Deputi Bank Indonesia nonaktif Budi Mulya dan Siti Fadjrijah, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengawasan perbankan.

Keduanya disangkakan pasal 3 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberatasan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan acuan Pasal 3, Budi dan Siti diduga telah melakukan penyalahgunaan kewenangan yang menyebabkan kerugian negara dan menguntungkan orang lain dan korporasi.

Keduanya dinilai KPK bertanggung jawab atas pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada Bank Century.

Segera setelah peristiwa ini mencuat, Siti Fadjrijah diketahui menderita sakit stroke.

KPK juga sudah mengeluarkan surat perintah cegah terhadap tersangka kasus ini.

Akan tetapi, pekan lalu, Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan KPK belum pernah mengeluarkan surat perintah dimulainya penyidikan atas nama Siti Fadjrijah.

Penulis: Rizky Amelia/YUD