Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, tersangka kasus korupsi impor daging sapi.

Jakarta - Politisi PKS Rama Pratama memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk tersangka kasus suap dan pencucian uang kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kemtan) Ahmad Fathanah.

"Iya saya memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi. Saya tegaskan lagi saya diperiksa sebagai saksi bukan atas dugaan suap. Tetapi hanya saksi suap penambahan kuota impor daging sapi," kata Rama, di Kantor KPK, Senin (13/5).

KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap Rama pada Jumat (10/5), namun yang bersangkutan tidak hadir karena surat panggilan KPK dikirim ke alamat kediaman yang bersangkutan di daerah Depok. Sementara mantan anggota DPR periode 2004-2009 itu tak lagi tinggal di rumah tersebut.

"Jadi alamat saya tidak palsu ya. Saya diperiksa atas dugaan tindak pidana pencucian uang Ahmad Fathanah. Saya belum tahu persis apa yang akan ditanyakan, beri saya kesempatan untuk menjalani pemeriksaan dahulu," ujarnya.

Selain memeriksa Rama Pratama sebagai saksi untuk Ahmad Fathanah, penyidik KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap Presiden PKS Anis Matta. Namun, sejauh ini yang bersangkutan belum hadir.
Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera mengkonfirmasi kalau Anis Matta bakal memenuhi panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi pada pukul 10.00 WIB.

"Insya Allah Pak Anis hadir pada pukul 10:00 WIB ke KPK," kata Mardani.

Suara Pembaruan

Penulis: E-11

Sumber:Suara Pembaruan