Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara tiba di Gedung KPK, Jakarta.

Medan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah Surung Panjaitan, terduga kasus suap yang tertangkap tangan setelah menyuap Bupati Mandailing Natal (Madina), Hidayat Batubara dan Pelaksana tugas Kepala Dinas PU Pemerintah Kabupaten Madina, Khairil Anwar.

Penggeledahan KPK di rumah merangkap kantor kontraktor Surung Panjaitan di Jl Bima Sakti No. 6 Medan itu dianggap penting. KPK ingin mendapatkan berkas dana Bantuan Daerah Bawahan (BDB), dan dibutuhkan dalam menyidik kasus suap yang diungkap, Selasa (14/5) kemarin.

"Petugas yang melakukan penggeledahan itu ada 10 orang. Mereka memperlihatkan surat penggeledahan sebagai prosedur yang wajib dilaksanakan," ujar Kepala Lingkungan XIV kawasan Jl Bima Sakti, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan, Karim, Kamis (16/5) sore.

Karim mengatakan, Surung Panjaitan merupakan kontraktor yang memiliki banyak perusahaan. Namun, kantor merangkap rumah Surung Panjaitan, sama sekali tidak mempunyai plang nama perusahaan, sebagaimana lazimnya perusahaan kontraktor.

"Dia mempunyai pekerja yang keluar masuk kantor. Kami tidak menduga jika dia yang ditangkap dalam kasus dugaan suap proyek di Kabupaten Madina tersebut. Penangkapan oleh petugas antikorupsi itu menghebohkan warga di sini. Sebab, yang ditangkap itu adalah warga sini," jelasnya.

Seperti yang dilaporkan, Surung ditangkap KPK dalam rangkaian operasi tangkap tangan di Jl Asahan Medan. Surung ditangkap bersama Khairil Anwar setelah mengantarkan uang suang sebesar Rp 1 miliar ke rumah Bupati Madina, Hidayat Batubara. Bupati ini juga ditangkap sehari kemudian.

Suara Pembaruan

Penulis: 155

Sumber:Suara Pembaruan