Bupati Mandailing Natal Hidayat Batubara tiba di Gedung KPK, Jakarta.

Jakarta - Setelah menjalani pemeriksaan sejak Rabu (15/6) malam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Bupati Mandailaing Natal (Madina), Hidayat Batubara.

Tersangka kasus dugaan suap terkait alokasi dana Bantuan Dana Bawahan (BDB) dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kepada Kabupaten Madina APBD TA 2013 itu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

"Yang bersangkutan ditahan di Rutan KPK yang berada di Pomdam Jaya, Guntur untuk 20 hari kedepan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di kantornya, Jakarta Kamis (16/5).

Hidayat sendiri diboyong dari Gedung KPK ke Rutan Guntur sekitar pukul 16.50 WIB. Dengan mengenakan baju tahanan KPK, Hidayat tidak berkomentar sedikitpun terkait kasus dugaan suap yang menjerat dirinya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang menjadi tersangka. Selain Hidayat, KPK juga menetapkan seorang kontraktor bernama Surung Panjaitan sebagai tersangka dan Plt Kadis PU Sumut, Khairul Anwar.

Keduanya juga telah ditahan KPK. Untuk tersangka Surung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas I Jakarta Timur cabang KPK. Sedangkan untuk tersanga Khairul ditahan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat.

Diketahui, penetapan dan penahan terhadap tersangka tersebut berdasarkan pengembangan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Medan, Selasa (14/5) dan Rabu (15/5).

Sebelum melakukan operasi tangkap tangan tersebut KPK memperoleh informasi tentang adanya pemberian sesuatu kepada penyelenggara negara dan atau pegawai negeri terkait dengan alokasi dana BDB dari Provinsi Sumut kepada Kabupaten Madina APBD TA 2013.

KPK mendapat informasi bahwa Bupati Madina HIB dan Plt Kadis PU Madina KRL menjanjikan salah satu proyek kepada kontraktor swasta SP, dan untuk itu kontraktor swasta tersebut diminta memberikan sejumlah fee.

Selanjutnya, pada 14 Mei 2013 sekitar pukul 10.00 WIB Surung dan Khairul bertemu dengan Hidayat di rumahnya di jalan Sei Asahan No 76, Medan. Kemudian pada sekitar pukul 12.00 WIB penyidik KPK menangkap Surung dan Khairul di sekitar rumah Hidayat.

KPK pun melakukan penggeledahan di dalam rumah Hiayat. Dalam penggeledahan itu penyidik KPK menemukan uang yang dibungkus plastik di dalam lemari filing cabinet yang bernilai sekitar Rp 1 miliar.

Diuga uang tersebut merupakan fee dari Surung yang dijanjikan proyek oleh Hidayat yang menggunakan alokasi dana BDB Madina.

Hidayat sendiri diketahui sempat lolos dari kejaran penyidik KPK. Namun akhirnya berhasil ditangkap di sebuah tempat di Medan dengan bantuan Polda Sumatera Utara.

Atas perbuatannya, KPK menjerat Hidayat dan Khairul dengan Pasal 12 huruf a atau pasal 11 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan untuk Surung disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis: RIS

Sumber:Investor Daily