Proyek Hambalang

Jakarta - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR masih menunggu hasil audit tahap II Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON), Hambalang, Bogor, Jawa Barat. BAKN tidak bisa mendesak BPK mempercepat proses penyelesaian audit tahap II tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua BAKN Sumarjati Arjoso, di Jakarta, Kamis (16/5). "Sampai sekarang audit tahap II belum diberikan. BAKN sudah pernah tanyakan, tapi masih belum ada juga. Karena itu BAKN tetap tunggu BPK serahkan," kata Sumarjati.

Dia menjelaskan, BAKN hanya menindaklanjuti hasil audit yang akan diserahkan KPK. Setelah itulah, baru BAKN memberikan rekomendasi kepada instansi terkait. "BAKN hanya tindaklanjuti hasil temuan BPK, menganalisisnya lalu berikan rekomendasi," jelasnya.

Seperti diketahui, dalam hasil audit tahap I, BPK menemukan indikasi kerugian negara dalam proyek Hambalang mencapai Rp 243,66 miliar. Temuan itu berdasarkan hasil pemeriksaan hingga 30 Oktober 2012 .

Adapun rinciain kerugian negara itu adalah, sebesar Rp 116,93 miliar merupakan selisih pembayaran uang muka yang telah dilaksanakan sebesar Rp 189 ,45 miliar dikurangi pengembalian uang muka pada saat pembayaran tahun 2010-2011 sebesar Rp 72,52 miliar.

Sebesar Rp 126,734 miliar merupakan kelebihan pembayaran harga pada pelaksanaan konstruksi. Kelebihan itu terdiri dari mekanikal elektrikal sebesar Rp 75,724 miliar dan pekerjaan struktur sebesar Rp 51,01 miliar.

Kerja BPK dalam mengaudit proyek Hambalang sempat menuai kontroversi. Kontroversi bermula setelah pernyataan anggota BPK Taufiequrrachman Ruki yang mengungkapkan adanya intervensi dalam laporan hasil audit proyek tersebut. Namun, pernyataan Ruki ini dibantah Ketua BPK, Hadi Purnomo. Hadi menegaskan, tak ada intervensi dalam audit BPK mengenai proyek Hambalang.

Penulis: C-6

Sumber:Suara Pembaruan