Ilustrasi logo KPK.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui program Indonesia Memanggil kembali membuka lowongan bagi masyarakat yang berminat untuk menjadi bagian dalam pemberantasan korupsi. Lembaga antikorupsi itu kali ini membuka 286 posisi untuk 72 jabatan.

Kepala Biro SDM KPK Apin Alvin mengatakan, program Indonesia Memanggil tersebut dibuka dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai di KPK.

"Jabatan tertinggi yang dibutuhkan adalah dalam jajaran struktural yakni Deputi Informasi dan Data," ujar Apin, di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (16/5).

Apin menjelaskan, dari 286 posisi tersebut 149 diantaranya pegawai fungsional seperti penyidik, humas, dan lain-lain. Sedangkan sisanya ditempatkan di bagian administrasi. Semuanya untuk posisi pegawai tetap.

Selain untuk masyarakat umum, khusus untuk posisi penyidik, KPK juga membuka kesempatan untuk anggota TNI dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS).

"Untuk penyidik kami juga buka untuk TNI, PPNS, bila berminat. Namun bagi TNI yang menjadi pegawai KPK, dia harus mengundurkan diri dari keanggotaannya atau istilahnya alih profesi," ujar Apin.

Lowongan ini dibuka sejak 17 Mei 2013 pukul 00.00 WIB hingga 25 Mei 2013 pukul 24.00 WIB di website www.kpk.go.id. Seluruh proses tes dan seleksi akan dilaksanakan oleh pihak ketiga (konsultan) yang telah ditunjuk KPK.

Sementara untuk tahap wawancara final akan dilaksanakan oleh KPK.

"Batas usia minimum 25 hingga maksimum 52 tahun," katanya.

Bagi masyarakat yang berminat menjadi pegawai KPK, tidak perlu khawatir dengan masalah pendapatan. Pasalnya, KPK akan mematok gaji paling rendah di posisi Rp 8 juta - Rp 9 juta per bulan untuk jabatan administrasi. Sedangkan untuk jabatan struktural bisa mencapai Rp 50 juta.

"Maksud kami mengumumkan hal ini bukan hanya menarik masyarakat karena sekedar melihat besaran gaji, kami mengajak masyarakat yang ingin berada pada garis yang sama dengan KPK yakni memberantas korupsi," pungkas Juru Bicara KPK, Johan Budi SP.

Investor Daily

Penulis: RIS

Sumber:Investor Daily