Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus.

Jakarta - Kabareskrim Komjen. Sutarman menyatakan, kasus rekening mencurigakan atas nama aparat Polri Aiptu Labora Sitorus sedang disidik Polda Papua dengan sokongan Mabes Polri. Saat ini, prosesnya sedang dalam penelusuran predikat crime terhadap yang bersangkutan.

"Sedang dalam proses lebih lanjut untuk menelusuri predikat crimenya yaitu illegal loggingnya dan ilegal minyaknya," kata Sutarman di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/5).

Menurut laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Aiptu Labora memiliki rekening jumbo dengan nilai hingga Rp 1,5 triliun untuk periode 2007 hingga 2012.

Uang tersebut ditengarai atas kegiatan penimbunan minyak dan penebangan liar yang melibatkan Sitorus di Papua. Labora Sitorus pun sudah ditetapkan menjadi tersangka atas penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dan penebangan kayu ilegal.

Sutarman menjelaskan, polisi akan menelusuri aliran uang Sitorus tanpa pilih bulu termasuk jika mengalir ke petinggi Polri.

"Ya uangnya mengalir kemanapun kita akan telusuri," kata Kabareskrim lagi.

Sitorus sendiri memiliki perusahaan PT Rotua yang ditengarai menjadi wadah usaha-usaha ilegalnya. Oleh karena itu para pejabat di perusahaan itu termasuk direkturnya, menurut Sutarman, akan turut diproses.

Penulis: Ezra Sihite/FER