Elda Devianne Adiningrat, Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia dan Direktur PT Radina Niaga Mulia.

Jakarta - Penahanan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengucuran kredit Bank Jabar kepada PT Cipta Inti Permindo (CIP) senilai Rp 55 miliar dirahasiakan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Bahkan, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto hanya membenarkan adanya penahanan tersangka tanpa mengungkap identitas yang ditahan.

"Dua laki-laki dilaporkan ditahan, terkait Bank Jabar. Ada kaitannya dengan tersangka yang sudah ada ditahan itu, ini kelanjutannya," Andhi Nirwanto, di Jakarta, Rabu (22/5).

Kejagung telah memeriksa tiga tersangka kasus Bank Jabar, salah satunya Komisaris PT Radina Niaga Mulia, Elda Davianne Adiningrat.

Sisanya dua tersangka yang ditahan itu hingga kini belum diumumkan oleh Kejagung. Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan enam tersangka selain Elda yakni, Direktur PT CIP Yudi Setiawan, Direktur Komersial PT E Farm Bisnis Indonesia Deni Pasha Satari, Manajer Komersial BJB Cabang Surabaya Eri Sudewa Dullah, Dirut PT E Farm Bisnis Indonesia sekaligus karyawan PT Sang Hyang Sri yakni Dedi Yamin, dan mantan Dirut BJB cabang Surabaya Ahmad Faqih.

Disinggung apakah pihaknya bakal menyiapkan second opinion atas penyakit Elda, Jampidsus mengaku masih menunggu laporan lengkap dari penyidik. "Saya belum laporkan hasilnya, tapi prinsipnya kalau mau menahan orang sakit itu harus sehat. Harus dicek oleh dokter kita juga," kata Andhi. 

 

Suara Pembaruan

Penulis: E-11/AF

Sumber:Suara Pembaruan