Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil dua petinggi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, Deputi Bidang Usaha Industri Strategi dan Manufaktur Irnanda Laksanawan, serta Deputi Bidang Usaha dan Jasa Kementerian BUMN Gatot Trihargo.

Keduanya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penjualan aset Patal Bekasi tahun 2012 milik perusahaan BUMN, PT Industri Sandang Nusantara (ISN) yang diduga merugikan negara sebesar Rp 60 miliar.

"Keduanya dipanggil sebagai saksi dalam rangka penyidikan kasus tersebut. Namun, belum diketahui apakah saksi memenuhi panggilan jaksa penyidik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Kamis (13/6).

Selain memanggil dua Deputi Kementerian BUMN, Kejagung juga memanggil Direktur PT Prosys Bangun Persada Ie Kian Tjoan dan Direktur PT Lingkar Barat Departemen Stevanus Irawan.

Sebelumnya, Kejagung memeriksa tiga saksi dari PT ISN untuk mendalami pengelolaan administrasi dan kronologis penjualan asset. Ketiganya adalah Direktur Komersial PT ISN M.Sobirin, mantan Direktur Komersil PT ISN Bachrinoor, dan General Manager Perbendaharaan dan Umum PT ISN M Masrihadi F.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan tiga orang tersangka yakni, Dirut PT ISN Leo Pramuka, Direktur Keuangan PT ISN Widjaja Kresno Brojonegoro, dan Karyawan PT ISN Efrizal. Penetapan tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor: Print- 71 s/d 73/F.2/Fd.1/05/2013,tgl 31 Mei 2013.

Penjualan aset PT ISN tahun 2012 berupa tanah Patal Bekasi seluas 160 ha seharga Rp 160 miliar diduga tidak sesuai dengan prosedur. Kejagung menduga adanya kerugian negara mencapai Rp 60 miliar yang ditimbulkan dari penjualan aset PT ISN itu.

Suara Pembaruan

Penulis: E-11/WBP

Sumber:Suara Pembaruan