Ilustrasi penimbunan bahan bakar minyak.

Jakarta - Penyidik Mabes Polri membuka mata lebar-lebar jelang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dari aksi spekulasi dan penimbunan. Hasilnya, satu kapal jenis LCT yang mengangkut BBM bersubsidi ditangkap di Samarinda, Kaltim.

"Hasil pemantauan dan informasi lapangan, kita berhasil menangkap kapal dan beberapa pelakunya dalam operasi pekan ini. Ada tersangka yang kita amankan," kata seorang sumber di lingkungan Direktorat Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim kepada Beritasatu.com, Minggu (16/6).

Hanya saja sumber itu enggan menjelaskan detail tentang jumlah barang bukti dan identitas tersangka. Alasannya kasus ini masih dikembangkan.

"Tunggu satu-dua hari ini untuk detailnya," imbuhnya.

Sebelumnya pada April lalu, Direktorat Tipiter mengungkap kasus penimbunan solar di Gayam Sari, Kaligawe, Semarang Timur. Lima orang diamankan termasuk SWR alias T, seorang perempuan berusia 47 tahun, bersama 4 orang pekerjanya.

Belakangan SWR telah dijadikan tersangka dan ditahan di Baresrim Polri.

BBM di Jateng itu rencananya akan didistribusikan ke industri di Jawa Tengah. Solar itu dibeli hanya sedikit di atas harga subsidi yakni Rp 5.900 per liter dan dijual kembali dengan harga Rp 9.700-10.000 per liter.

Meski hampir dua kali lipat, harga itu masih di bawah harga solar untuk industri, sehingga tetap laku dijual kepada pelaku industri yang curang.

Mereka yang mengusai BBM ilegal dijerat dengan Pasal 55 UU RI 2001 tentang Migas dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp 60 Miliar.

Penulis: Farouk Arnaz/NAD