Terdakwa kasus suap wisma atlet M. Nazaruddin menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta,

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) belum memeriksa terpidana kasus suap wisma atlet Nazaruddin dalam kasus dugaan korupsi pengadaan 18 pesawat latih sayap tetap (fixed wing) dan dua unit link simulator di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI).

"Hari ini rencananya jaksa penyidik memeriksa dua saksi yaitu anggota Tim Teknis Pengadaan Pesawat Latih Sayap Tetap Ahmad Hariri, dan Bendahara Materiil Pengadaan Pesawat Latih Tetap Sugiyanto," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Senin (17/6).

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto mengatakan, pihaknya bakal memeriksa seluruh pihak yang diduga mengetahui kasus tersebut termasuk Nazaruddin.

"Kita berikanlah kesempatan kepada tim penyidik. Siapapun yang mungkin bisa memberikan keterangan, akan dimintai keterangan," kata Andhi.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan tiga tersangka yakni Dirut PT Pacific Putra Metropolitan Bayu Widjokongko, pegawai STPI IGK Rai Darmaja, dan Kabag Administrasi Umum selaku Pejabat Pembuat Komitmen Arman Aryuhayat.

PT Pacific Putra Metropolitan selaku pemenang tender merupakan anak perusahaan PT Anugerah Nusantara milik Nazaruddin. Proyek pengadaan pesawat tersebut dilakukan pada tahun anggaran 2010-2013 dengan nilai Rp 138 miliar.

Dalam pengadaannya, diduga terjadi kesalahan prosedur sebab, dari 18 pesawat hanya enam saja yang didatangkan. Sementara pembayaran telah lunas dilakukan pada 14 Desember 2012. Setelah diselidiki ternyata, 12 unit pesawat yang belum didatangkan itu masih dirakit. Jaksa penyidik menyita 12 pesawat tersebut dan dua unit link simulator dari PT Pacific Putra Metropolitan.

 

Suara Pembaruan

Penulis: E-11

Sumber:Suara Pembaruan