Fathanah dan Sefti Minta KPK Sediakan Bilik Asmara

Fathanah dan Sefti Minta KPK Sediakan Bilik Asmara
Tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathonah dan istri mudanya Sefti Sanustika di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, Jakarta. ( Foto: JG Photo / Daniel )
Novy Lumanauw Senin, 15 Juli 2013 | 15:25 WIB

Jakarta -  Terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang, Ahmad Fathanah mengaku mendukung rencana istrinya Sefti Sanustika untuk meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuatkan bilik asmara di Rumah Tahanan (Rutan) Jakarta Timur cabang KPK yang terletak di basement gedung lembaga antikorupsi tersebut.

"Mendukung sekali," kata Fathanah ditemui usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15/7).

Menurut Fathanah, permintaan istrinya tersebut realistis. Mengingat, sudah selama lima bulan dirinya ditahan sehingga tidak bisa bersama dengan istrinya.

"Kita kan lima bulan tidak itu (bersama). Tetapi kan namanya dia berusaha. Sebagai istri yang setia saya bangga," ujar Fathanah.

Seperti diketahui, wacana perihal bilik asmara mencuat dari Sefti Sanustika yang mengatakan senang jika disediakan bilik asmara di Rutan KPK.

"Kangen juga, kan sudah lima bulan," kata Sefti kepada wartawan di saat menjenguk Fatahanah beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara KPK Johan Budi menyarankan agar Sefti mengirimkan permohonan resmi kepada KPK.

Menurut Johan, KPK memang tidak menyediakan ruangan khusus untuk tahanan berhubungan suami istri di rutan karena tahanan diperkirakan hanya berada selama kurang lebih tiga bulan di rutan.

Namun, Johan memastikan untuk memfasilitasi pertemuan para tahanan dengan keluarganya, KPK menyediakan ruang tatap muka di rutan. 

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE