Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta.

Jakarta - Kepala Cabang (Kacab) Bank Permata Cabang Kenari, Jakpus, Dwika Noviarti tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung). Dwika ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pencairan deposito di Bank Permata milik PT Pengembangan Pariwisata Bali (persero) atau Bali Tour Development Corporation (BTDC).

"Adapun tersangka Dwika Noviarti tidak hadir karena masih dalam perawatan di RS Premiere Jatinegara dari tanggal 15 Juli 2013 hingga kini," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Selasa (16/7).

Namun demikian, Untung tidak membeberkan sakit yang diderita Dwika hingga tidak dapat diperiksa oleh pihaknya. Sementara tersangka mantan Direktur Keuangan BTDC Solichin menolak diperiksa dan minta dijadwalkan ulang.

"Tersangka dari BTDC memohon untuk dijadwalkan pemeriksaannya pada hari Rabu 17 Juli 2013," katanya.

Selain berencana memeriksa tersangka, Kejagung juga memanggil saksi dalam kasus tersebut yakni, Direktur Utama PT Royal Pacific Nusantara Roy Martin Wibisono. Roy memenuhi panggilan Kejagung.

"Pada pokoknya (pemeriksaan) terkait dengan hubungan usaha atau bisnis dengan PT BTDC dimana terdapat keuntungan dari perusahaan saksi yang seharusnya untuk PT BTDC namun diduga telah dimanfaatkan oleh PT Incor Energy," katanya.

Dalam kasus ini Kejagung telah menetapkan dua tersangka yakni, mantan Kepala Cabang Bank Kenari Cabang Kenari, Jakpus Dwika Noviarti (DN), dan mantan Direktur Keuangan BTDC Solichin.

Kejagung menduga adanya kesalahan pencairan dana deposito berjangka serta pemanfaatan bunga dari dana deposito milik BTDC senilai Rp 6 miliar di Bank Permata oleh PT Incor Energy. Pemanfaatan bunga diduga dilakukan tanpa menggunakan bilyet giro yang asli. Selain itu, aplikasi pencairan juga tidak ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.

 

Dapatkan kemudahan mengakses berita terkini BeritaSatu lewat tablet dan smartphone Anda. Download di AppStore (brt.st/ios) atau di PlayStore (brt.st/android).

Suara Pembaruan

Penulis: E-11

Sumber:Suara Pembaruan