Buku Saksi Kunci, Hutang Budi Metta Kepada Vincentius

Buku Saksi Kunci, Hutang Budi Metta Kepada Vincentius
Penulis buku Saksi Kunci Metta Dharmasaputra dan Vincentius Amin Santoso. ( Foto: BeritaSatu.com/ Carla Isati Octama )
Carla Isati Octama / YUD Selasa, 16 Juli 2013 | 21:05 WIB

Jakarta - Metta Dharmasaputra mengaku berhutang budi kepada justice collaborator kasus Asian Agri Vincentius Amin Susanto sehingga menulis sebuah buku.

"Secara rutin pak Vincent mengirimkan saya kue, kalau tidak saat Imlek di hari ulang tahun saya. Setiap kali saya dikirimi kue, selalu saya diingatkan bahwa pak Vincent masih di penjara. Saya masih simpan foto kue-kuenya. Saya merasa bahwa saya belum berhasil mengeluarkan pak Vincent dari ketidakadilan yang terus mengukungnya bertahun-tahun," ujar Metta dalam diskusi peluncuran buku 'Saksi Kunci' - Kisah Nyata Perburuan Vincent, Pembocor Rahasia Pajak Asian Agri Group di Gedung Salihara, Jakarta, Selasa (16/7).

Metta menulis buku ini selama enam tahun. Dalam 450 halaman di buku "Saksi Kunci", Metta menuliskan beberapa topik besar dalam kasus penyelewengan pajak pada 2002-2005 oleh PT Asian Agri Group, pembobolan uang perusahaan, dan kasus indikasi manipulasi pajak.

Vincentius, mantan Group Financial Controller Asian Agri sebelumnya terpidana hukuman 11 tahun penjara atas kasus pencucian uang PT Asian Agri. Vincentius mendapatkan pembebasan bersyarat pada 11 Januari 2013 karena menjadi justice collaborator.

Metta mengatakan bahwa masih banyak yang belum bisa ia tuliskan di dalam buku ini.

"Sebetulnya masih banyak cerita yang tidak bisa saya ungkapkan di dalam buku ini. Saya berharap sebetulnya pak Vincent membuat catatan harian sebagai kelanjutan dari buku ini."

Metta juga mengungkapkan bahwa dengan buku ini ia ingin membawa Vincent ke tempat terang.

"Buku ini saya dedikasikan untuk Pak Vincent untuk tetap pak Vincent berada di tempat yang terang," ujarnya.

CLOSE