Kepala BNN, Komjen (Pol) Anang Iskandar.

Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar hari ini, Senin (22/7) mendatangi kantor KPK guna melakukan klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Anang yang merupakan calon Kapolri itu enggan mengungkap jumlah harta miliknya.

Berdasarkan data Direktorat LHKPN KPK yang diakses BeritaSatu.com melalui situs www.acch.kpk.go.id, Anang memiliki harta sebesar Rp 2,4 miliar.

Harta tersebut merupakan hasil pelaporan Anang pada 15 November 2009 yang saat itu baru menjabat sebagai Keapala BNN. Laporan kemudian dipublikasikan KPK setahun berikutnya.

Di data tersebut, Anang mempunyai harta tidak bergerak yang totalnya berjumlah Rp4 miliar. Hartab tidak bergerak itu terdiri tanah dan bangunan seluas 2558 m2 dan 1834 m2 di Mojokerto. Harta yang merupakan warisan tersebut bernilai Rp 2,8 miliar.

Harta tak bergerak lainnya berupa tanah di Mojokerto dan Bekasi yang diperoleh dari hasil sendiri bernilai Rp 1,2 miliar.

Anang memiliki harta bergerak berupa alat transportasi, mobil Mitsubishi Galant tahun 1994 senilai Rp 35 juta. Disampin mobil, harta bergerak lainnya adalh berupa peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, pertambangan dan usaha lainnya sebesar Rp 480 juta.

Harta bergerak yang dimiliki Anang berupa logam mulai perolehan tahun 2002 ada ada senilai Rp 20 juta. Sementara benda bergerak lain yang tidak dijelaskan secara mendetail di laporan itu ada Rp 31 jutaan.

Calon Kapolri ini juga mempunyai surat berharga tahun investasi 2000 senilai Rp 880 juta dan giro, setara kas lainnya Rp 22 juta. Sehingga total keseluruhan harta Anang adalah Rp 5,5 miliar.

Namun, pejabat tinggi Polri ini nyatanya juga mempunyai hutang sebesar Rp 3,1 miliar. Maka, harta Anang di tahun 2009 setelah dikurangi hutang hanya sebesar Rp 2,4 miliar.

Hari ini, Anang mendatangi kantor KPK sekitar pukul 09.20 WIB. Kedatangannya adalah untuk diklarifikasi hartanya sebagai prasyarat pencalonannya sebagai Kapolri.

Seluruh calon Kapolri akan menjalani klarifikasi LHKPN di kantor KPK. Proses klarifikasi ini akan berlangsung hingga pekan mendatang. Anang merupakan calon Kapolri pertama yang menjalani klarifikasi LHKPN. Selanjutnya akan ada calon Kapolri lainnya yang akan diklarifikasi LHKPN-nya oleh KPK, yaitu Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Sutarman.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam waktu dekat akan mengganti Kapolri Timur Pradopo. Sejumlah nama sudah digadang-gadang akan menduduki kursi yang ditinggalkan oleh Timur. Mereka adalah Sutarman, Anang Iskandar, Imam Sujarwo, Benny Mamoto, dan Putut Eko Bayuseno.

 

Lihat Juga Video Sejumlah Calon Kapolri Laporkan Harta Kekayaan

Penulis: Rizky Amelia/AF