Presiden SBY di Istana Negara

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, bantuan hukum merupakan implementasi negara hukum untuk memenuhi keadilan bagi warganya. Sayangnya, bantuan hukum bagi masyarakat miskin belum ideal.

"Harus kita akui selama ini pemberian bantuan hukum belum menyentuh masyarakat miskin," kata presiden dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bantuan Hukum di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/7).

Setelah pembukaan simbolik, Rakernas Bantuan Hukum akan berlangsung di Hotel Sultan Jakarta pada 26-27 Juli mendatang. Rakernas kali ini bertema "Melalui Rakernas Bantuan Hukum, Kita Wujudkan Akses terhadap Keadilan".

Rakernas Bantuan Hukum diselenggarakan Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dan rencananya dikuti 310 organisasi bantuan hukum yang lolos verifikasi.

“Negara mengakui, melindungi, serta menjamin hak azasi warga negara akan kebutuhan terhadap keadilan, acces to justice dan kesamaan di hadapan hukum, equality before the law," kata presiden lagi.

 

 

Penulis: Ezra Sihita/YS