Ganjar Tertawakan Tuduhan Nazaruddin soal Aliran Dana Proyek E-KTP

Ganjar Tertawakan Tuduhan Nazaruddin soal Aliran Dana Proyek E-KTP
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) ( Foto: Antara / R. Rekotomo )
Markus Junianto Sihaloho / YS Selasa, 27 Agustus 2013 | 20:28 WIB

Jakarta -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menertawakan klaim pihak Muhammad Nazaruddin yang menyebut dirinya menerima aliran dana US$ 500.000 dari proyek E-KTP.

"Lha nek entuk duit semono, sugih banget no aku (kalau dapat duit segitu, kaya banget dong saya)," ungkap Ganjar dalam pesan singkatnya yang diperoleh di Jakarta, Selasa (27/8) malam.

Ganjar pun mendorong agar tuduhan oleh Nazaruddin itu segera dibongkar saja.

"Lebih cepat lebih baik," imbuhnya.

Ganjar adalah mantan Ketua Komisi II DPR. Setelah mencalonkan diri jadi gubernur, posisinya diberikan kepada Arif Wibowo, rekannya separtai.

Sebelumnya, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, melalui pengacaranya, Elza Syarif kembali menyebutkan nama-nama yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Elektronik KTP (E-KTP). Elza, awalnya tak mau mengungkap nama-nama tersebut. Namun, atas desakan wartawan, Elza akhirnya membuka inisial nama yang ikut dalam proyek korupsi pengadaan E-KTP.

"SN, AU. Dari DPR-nya, MM, Olly, DK, MA. Dari pelaksananya AN, terus AS termasuk Nazaruddin juga terlibat. Terus ada GA, EG. Sudah itu dulu. Nanti lagi," kata Elza, Selasa (27/8).

Saat Elza membacakan inisial nama-nama tersebut dari selembar kertas, wartawan sempat memfoto isi kertas tersebut. Berdasarkan kertas yang dipegang Elza, terungkap nama-nama yang diduga terlibat dugaan korupsi pengadaan E-KTP.

Di situ tertulis, sebagai pihak pelaksana adalah Nazaruddin dan sesorang bernama Andi Mangong. Dua orang yang disebut sebagai bos proyek E-KTP adalah Setya Novanto (Ketua Fraksi Partai Golkar) dan Anas Urbaningrum.

Pihak lain yang ikut disebut terlibat adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Sekretaris Jenderal Kemendagri Dian Anggareni, Pejabat Pembuat Komitmen Sugiarto, dan Ketua Panitia Lelang Drajat Wisnu S.

Masih berdasarkan kertas itu, disebutkan pula soal pembagian uang ke pimpinan Badan Anggaran. Nama Melcias Marcus Mekeng disebut menerima US$ 500.000, Olly Dondokambey US$ 1 juta, dan Mirwan Amir US$ 500.000.

Sementara dari Komisi II DPR yang tertulis menerima uang adalah Haeruman Harahap sebesar US$ 500.000, Ganjar Pranowo US$ 500.000, dan Arief Wibowo US$ 500.000.

Untuk menunjang KPK dalam mengusut kasus ini, Elza mengaku Nazaruddin sudah menyiapkan bukti pendukung.

"Ada semua bukti-bukti sudah rapi. Tapi kasusnya masih dalam penyelidikan," kata Elza.

Elza kembali menegaskan bahwa dalam proyek E-KTP bernilai Rp 5,9 triliun tersebut telah terjadi penggelembungan hingga 45 persen.

 

CLOSE