Ahmad Fathanah

Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan bahwa jajarannya belum mengetahui siapa yang disebut dengan "Bunda Puteri" yang muncul dalam sidang perkara dugaan korupsi dan pencucian uang terkait penentuan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian tahun 2013 dengan terdakwa Ahmad Fathanah.

Tetapi, Bambang menduga Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK ingin membuktikan bahwa ada pengaturan-pengaturan kuota atas campur tangan pihak lain.

"Ada orang-orang yang bekerja di ruang-ruang gelap tetapi pengaruhi ruang-ruang terang. Itu kan bahaya. Itu namanya tidak transparan," kata Bambang, Senin (2/9).

Namun, Bambang mengatakan bahwa jajarannya belum akan mengembangkan perihal bunda puteri tersebut. Sebab, masih fokus terhadap kasus dugaan suap itu sendiri.

Walaupun, lanjut Bambang, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan perihal bunda puteri jika ditemukan fakta atau informasi baru.

Seperti diketahui, dalam rekaman hasil sadapan tim penyidik KPK yang diputar dalam sidang dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/8) terungkap bahwa Ridwan kerap menjadi penghubung antara Luthfi Hasan dan Bunda Puteri.

Sosok Bunda Puteri ini diduga memiliki pengaruh besar karena seorang Luthfi Hasan Ishaaq yang ketika itu masih menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa diperintahnya.

Terbukti, tidak lama ketika Fathanah tertangkap oleh KPK, diakui oleh Ridwan bahwa Bunda Puteri meminta dirinya menghubungi Luthfi Hasan agar eks Presiden PKS tersebut ke rumahnya untuk menjelaskan perihal penangkapan tersebut.

"Iya (bunda puteri meminta saya telepon ustaz Luthfi). Ketika ustaz datang, iya ditanyakan soal peristiwa penangkapan (Fathanah)," kata Ridwan ketika bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/8).

Kemudian, lanjut Ridwan, kepada Bunda Puteri, Luthfi menjelaskan bahwa peristiwa penangkapan Fathanah tidak ada hubungannya dengan partai (PKS) atau Menteri Pertanian (Mentan).

Tetapi, dari rekaman percakapan berikutnya, terungkap fakta yang lebih besar lagi, yaitu Bunda Puteri ternyata bukan sosok sembarangan sebab mampu mempengaruhi para decision maker (pembuat kebijakan) atau diduga mengacu ke menteri.

Bahkan, dalam pembicaraan antara Luthfi Hasan Ishaaq dan Bunda Puteri tanggal 28 Januari 2013 tersirat bahwa sosok bunda tersebut mampu mempengaruhi kedudukan menteri di kabinet. Sebab, membicarakan perihal reshuffle.

Walaupun, ketika dikonfirmasi ke Ridwan perihal percakapan antara Luthfi dan Bunda Puteri tersebut, dia mengaku tidak tahu.

Demikian juga, perihal istilah-istilah yang muncul dalam pembicaraan antara bunda dan Luthfi, seperti istrilah haji susu, pak tan, lurah, mas bud dan Dipo, diakui Ridwan tidak tahu.

Tetapi sayangnya hingga sidang berakhir, tidak terungkap juga siapa sosok Bunda Puteri tersebut. Di hadapan majelis hakim, Ridwan berulang kali mengatakan bahwa Bunda Puteri adalah mentor bisnisnya selama tiga tahun belakangan dan bukan kader ataupun pengurus PKS. Namun, tidak disebut secara pasti identitasnya.

Ridwan hanya mengatakan bahwa Bunda Puteri adalah pengusaha dibidang perkebunan pinang yang tinggal di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Bunda puteri itu bukan bunda (Elda Devianne Adiningrat). Itu dua sosok yang berbeda," ujar Ridwan.

Bahkan, ketika ditemui usai bersaksi, Ridwan juga tidak menjawab siapa sosok Bunda Puteri tersebut. Sebaliknya, pria yang mengaku memiliki usaha konveksi tersebut hanya mengumbar senyum.

Suara Pembaruan

Penulis: N-8

Sumber:Suara Pembaruan