Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo

Jakarta - Meskipun terjadi tiga kali penembakan terhadap aparat polisi tiga kali di wilayah Jakarta dan skitarnya, markas besar (mabes) Polri tak berencana melakukan evaluasi terhadap Polda Metro Jaya. Kapolri Timur Pradopo mengatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada pengungkapan pembunuh aparat polisi tersebut.

“Sekarang fokus bagaimana mengungkapnya,” demikian disampaikan Timur Pradopo di kompleks kantor presiden, Jakarta, Kamis siang (12/9).

Hal tersebut disampaikan Timur menyusul tertembaknya tiga aparat polisi hingga tewas dalam dua bulan terakhir di kawasan berbeda di Jakarta dan sekitarnya. Kejadian pertama terjadi di Ciputat, kedua di Pondok Aren dan terakhir penembakan terhadap Bripka Sukardi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Timur menambahkan tim yang menangani dua penembakan sebelumnya terus bekerja sementara untuk penembakan Bripka Sukardi sudah ada tim yang juga khusus menanganinya. Polri kata dia yakin bisa mengungkap kasus penembakan ini.

“Sekali lagi semua sedang di-update. Sekali lagi sedang di-update oleh tim,” lanjutnya ketika ditanyakan perkembangan tentang hasil pantaun kamera CCTV di depan gedung KPK itu.

Namun hingga saat ini Timur mengaku bahwa pihaknya belum tahu jenis senjata yang menembakkan peluru dengan kaliber 4,5 milimeter yang menembak Sukardi.

Penulis: Ezra Sihite/FMB