Jampidsus Kejaksaan RI Andhi Nirwanto

Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menyelidiki kasus kepemilikan rekening gendut empat pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sejauh ini belum terungkap siapa empat pejabat di Kementerian yang dipimpin M Nuh itu terindikasi memiliki rekening yang tidak sesuai profilnya.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Andhi Nirwanto ketika ditanyai, apakah empat pejabat tersebut merupakan eselon I di Kemdikbud, hanya tertawa dan memberi penjelasan kalau penyelidikan masih berjalan.

"Dari hasil penyelidikannya nanti diketahui," kata Andhi, di Jakarta, Jumat (27/9).

Ketika ditanyai apakah penyelidikan kepemilikan rekening gendut empat pejabat Kemdikbud nantinya bakal diekspose (gelar perkara) dengan Jaksa Agung Basrief Arief, Andhi tidak memberi jawaban yang tegas.

"Nanti dilaporkan (ke Jaksa Agung). Belum (ada rencana ekspose bersama Jaksa Agung). Yang jelas, penyelidikan itu ada standar operasional prosedur (SOP), pasti memenuhi SOP," katanya.

Sebelumnya, Andhi Nirwanto, memberi klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan hasil analisis (LHA) empat pejabat Pemprov DKI yang diduga memiliki rekening gendut atau transaksi mencurigakan. Menurutnya, yang diterima Gedung Bundar adalah LHA mengenai empat pejabat di Kemdikbud.

"Jadi itu rupanya itu bukan pegawai Pemprov DKI tetapi di Kemdikbud. Yang menyebut pejabat DKI hanya media, sementara yang kami terima itu, setelah kami teliti bukan pejabat DKI," kata Andhi, di Jakarta, Senin (23/9).

Namun demikian, Andhi belum dapat mengungkap siapa empat pejabat Kemdikbud yang diduga memiliki rekening gendut. Apalagi, laporan dari PPATK bersifat data awal yang perlu ditindaklanjuti.

Pihaknya belum dapat memberi kesimpulan, kalau empat pejabat di Kemdikbud diduga korupsi. Andhi juga tidak dapat mengungkapkan berapa jumlah nominal rekening yang diduga dimiliki empat pejabat di Kemdikbud.

"Kalau yang namanya laporan dari PPATK sifatnya sangat rahasia. Tidak bisa dipublikasikan kecuali, ketika sudah dilakukan penelitian, dan ditemukan adanya indikasi. Kemudian ditingkatkan statusnya ke penyidikan baru bisa diungkap identitas-identitasnya," jelasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: E-11

Sumber:Suara Pembaruan