Akil Mochtar ditangkap KPK

Jakarta - Nasib Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar akan ditentukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada malam nanti.

Setelah pemeriksaan satu kali 24 jam, KPK segera menentukan apakah Akil ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

"Satu kali 24 jam," kata Ketua KPK Abraham Samad ketika ditanya soal kapan status hukum Akil diumumkan ke publik, Kamis (3/10).

Abraham menjelaskan sampai saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Akil.

"Belum (ditetapkan sebagai tersangka) karena masih terus dilakukan pemeriksaan intensif," kata Abraham.

Kemarin (2/10), sekitar pukul 22.00 WIB, KPK menangkap Ketua MK Akil Mochtar di kediamanannya di Widya Chandra, Jakarta Selatan. Akil ditangkap di rumahnya bersama seorang anggota DPR bernama Chairun Nisa dan pengusaha berinisial CN.

Akil diduga menerima uang suap senilai Rp3 miliar untuk pengurusan sengketa pilkada. Di lokasi terpisah, yaitu sebuah hotel di Jakarta Pusat, KPK juga mengamankan dua orang berinisial HB (Hambit Bintih) yang diketahui sebagai Bupati Gunung Mas dan seoraang berinisial DH (Dhani).

Kelimanya saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan di KPK. Dalam waktu satu kali 24 jam, KPK akan menentukan status kelimanya apakah akan dijadikan tersangka atau tidak.

Penulis: Rizky Amelia/WBP