Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah.

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelusuri peran Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam kasus dugaan suap pengurusan sengket pilkada Lebak, Banten, di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan adik kandungnya, Tubagus Chaery Wardana alias wawan.

Ketelibatan Atut yang telah dicegah berpergian ke luar negeri itu baru akan terlihat setelah KPK mendalami informasi yang diperoleh dari pihak-pihak terkait.

"Peranan Ratu Atut itu baru ketahuan setelah didalami informasi kepada pihak-pihak lain," ujar Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja, di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (4/10).

Meski demikian, menurut Adnan, sejauh ini KPK belum bisa menyimpulkan apa peran orang nomor satu di Banten tersebut dengan kasus dugaan suap yang melibatkan Ketua MK Akil Mochtar.

Begitu juga soal dugaan bahwa uang Rp 1 miliar untuk Akil dari Tubagus tersebut berasal dari Atut. "Kami belum sampai kesana, itu yang sedang di dalami," kata Adnan.

Menurut Adnan, pencegahan yang dilakukan terhadap Atut diberlakukan hanya dalam rangka mempermudah proses penyidikan.

"Pencegahan ini kan bagian dari proses juga. Kalo biasanya pencegahan itu kan supaya ketika dimintai informasinya dia di sekitar. Biar bisa dihubungi. Jadi dalam rangka mengklarifikasi informasi yang memang perlu didalami," jelas Adnan.

Diketahui, dalam dugaan suap terkait pengurusan Pilkada Lebak Banten, Akil ditetapkan bersama-sama dengan STA (Susi Tur Andayani) seorang advokad selaku penerima suap.

Keduanya diduga melanggar Pasal 12 huruf c UU Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP atau Pasal 6 ayat 2 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain Akil dan Susi, ditetapkan juga Tubagus Chaery Wardana (TCW) yang merupakan suami dari Walikota Tangerang Selatan, Airin yang juga adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Choisyah.

Tubagus selaku pemberi suap diduga melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, KPK menyita barang bukti berupa uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dalam travel bag biru dengan total keseluruhan Rp 1 miliar.

Investor Daily

Penulis: RIS

Sumber:Investor Daily