Jimly Asshiddiqie

Jakarta - Menurut Mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie, penemuan narkoba di ruang kerja Ketua non-aktif Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, bukan disebabkan sistem pengawasan ruang hakim MK yang lemah tapi karena perilaku penggunanya.

"Jadi, orangnya yang ditindak. Jangan ruangan dan sistemnya yang dipersalahkan," kata Jimly di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Jumat malam (4/10).

Dia mengatakan penemuan narkoba di ruang kerja Ketua MK menunjukkan, orang tersebut telah terbiasa menggunakan obat terlarang itu.

"Kalau begitu, dia bukan pengguna baru. Itu berarti dia sudah konsumen," kata Jimly.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelengara Pemilu (DKPP) itu mengatakan penemuan narkoba di ruang kerja Akil menunjukkan sistem rekrutmen hakim konstitusi di MK perlu diperbaiki.

"Harus dipertimbangkan tes kesehatan yang komprehensif, tidak hanya di MK, tapi juga Mahkamah Agung, DPR, dan presiden," ujarnya.

Namun, Jimly menambahkan dugaan suap terhadap Ketua non-aktif MK, Akil Mochtar, tidak berarti hakim lain di MK juga menerima suap.

"Kita harus selamatkan MK karena keberadaannya penting dalam menjaga sistem demokrasi konstitusional," ucapnya.

Penulis: /FER

Sumber:ANT