Ilustrasi rekan bisnis Ratu Atut

Jakarta - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menahan pengusaha Ratu Irma Suryani dalam kasus dugaan korupsi program peningkatan drainase primer Kali Parung, Kota Serang, Banten. Ratu Irma merupakan rekan bisnis Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang telah dicegah KPK dalam kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar.

"Tersangka sempat sakit dan dirawat di RS Sari Asih, Serang. Kini, setelah kondisi yang bersangkutan membaik dan perkara ini naik ke penyidikan, penyidik mengenakan status penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Serang," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi, di Jakarta, Kamis (10/10).

Ratu Irma ditersangkakan dalam kasus ini bersama Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Banten Tatang Hidayat dan pengusaha PT Ciboleger berinisial HJP. Untung tidak menyebutkan apakah dua tersangka lainnya juga ditahan oleh Kejati Banten.

"Tersangka (Ratu Irma) diduga sebagai perantara dari proyek sekaligus pengendali di belakang kegiatan tersebut," kata Untung.

Dikatakan, selain melakukan penahanan, pihak Kejati Banten juga melakukan penggeledahan di beberapa rumah milik Ratu Irma. Penyidik menyita sejumlah dokumen yang dianggap terkait dengan penyidikan kasus tersebut.

"Korupsi program peningkatan drainase primer Kali Parung Kota Serang, Banten, di Satker PPLP Banten Tahun 2012 dengan nilai proyek sebesar kurang lebih Rp 5 miliar diduga telah merugikan negara sekitar Rp 1,8 miliar," ujarnya. 

Suara Pembaruan

Penulis: E-11

Sumber:Suara Pembaruan