Luthfi Hasan Akui Terima Uang Rp 200 Juta dari Ahmad Fathanah

Luthfi Hasan Akui Terima Uang Rp 200 Juta dari Ahmad Fathanah
Luthfi Hasan Ishaq (Kiri) dan Ahmad Fathanah (kanan) ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )
Novy Lumanauw Kamis, 10 Oktober 2013 | 17:49 WIB

Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq akhirnya mengaku menerima uang sebesar Rp 200 juta dari terdakwa Ahmad Fathanah yang diantar sopir Fathanah oleh Nurhasan di pom bensin di daerah Pancoran, Jakarta Selatan.

"Benar saya terima uang dari terdakwa sekitar Rp 200 juta," kata Luthfi ketika bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10).

Namun uniknya, Luthfi mengaku tidak tahu maksud pemberian uang tersebut dan menduganya sebagai cicilan pembayaran utang oleh Fathanah.

"Saya tidak tahu (uang dari mana). Tetapi, saya secara berkala tagih utang Ahmad Fathanah yang dari tahun 2004 belum dibayar," ujar Luthfi.

Sementara itu, Luthfi mengaku tidak mengetahui pemberian uang Rp 750 juta dari Fathanah yang diberikan di parkiran Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

Walaupun, Luthfi mengaku menerima sebuah tas dari Nurhasan atas perintah terdakwa Fathanah.

Sebelumnya, Luthfi membangun alibi bahwa Fathanah kerap meminjam sejumlah uang kepadanya sejak kuliah. Bahkan, dikatakan ada bukti surat maupun bukti bank terkait utang-piutang tersebut.

Dalam sidang sebelumnya, saksi Nurhasan yang merupakan sopir terdakwa Ahmad Fathanah membenarkan pernah diperintahkan mantan atasannya untuk mengantar sebuah tas berisi uang ke Luthfi Hasan Ishaaq.

"Waktu itu, dari Depok habis mengantar bu Sefty (istri Fathanah) ke Margonda City. Setelah itu, saya disuruh mengantar tas ke SPBU di Pancoran," kata Nurhasan ketika bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (26/9).

Hasan menceritakan bahwa tas yang diketahuinya sudah ada di dalam mobil Alphard yang dikemudikannya langsung dibawa ke SPBU di daerah Pancoran untuk diserahkan kepada Luthfi Hasan yang menunggu dalam mobil VW Caravelle.

Kemudian, lanjut Hasan, tas tersebut dibuka oleh Luthfi sehingga tahu isinya uang dalam pecahan ratusan ribu rupiah.

"Setelah saya kasih baru tahu isinya uang karena dibuka dan dihitung," ungkap Hasan.

Bahkan, dikatakan Hasan, Luthfi sempat mengatakan sudah cukup setelah menghitung uang tersebut.

Tetapi, Hasan mengaku tidak tahu berapa jumlah uang yang diserahkan ke Luthfi atas perintah Fathanah tersebut.

Lebih lanjut, Hasan hanya mengaku juga pernah diminta Fathanah mengantarkan tas ke Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

"Waktu itu, pernah suruh mengantar dari Kempinski ke RS Abdi Waluyo. Nanti di sana ada yang akan menghubungi," ujar Hasan.

Kemudian, lanjut Hasan, tas yang tidak diketahui isinya tersebut diambil oleh seorang pria yang langsung pergi menggunakan mobil Terano warna hitam.

Dalam surat dakwaan milik Fathanah dikatakan bahwa pada tanggal 27 Oktober 2012, Fathanah memberikan uang tunai sebesar Rp 200 juta kepada Luthfi yang penyerahannya diantar oleh Nurhasan dan langsung diserahkan kepada Luthfi.

Sedangkan, perihal uang di Abdi Waluyo, kesaksian Nurhasan senada dengan kesaksian sopir Luthfi Hasan Ishaaq, Ali Imran.

Ketika bersaksi untuk terdakwa Fatahanah dalam sidang yang digelar Senin (23/9) lalu, Imran mengakui pernah diminta mengambil sebuah tas jinjing berwarna hitam oleh atasannya dari sopir Ahmad Fathanah di RS Abdi Waluyo, Jakarta.

"Saya komunikasi dengan sopir terdakwa (Ahmad Fathanah). Sopirnya serahkan tas jinjing hitam," ujar Imron saat bersaksi untuk terdakwa Ahmad Fathanah dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/9).

Selanjutnya, diakui Imron, tas tersebut dimasukan ke dalam mobil Alphard yang dibawanya. Kemudian, menghubungi Luthfi untuk melaporkan bahwa tas sudah diterima.

"Karena ustaz Luthfi di dalam rumah sakit, saya laporkan. Lalu katanya letakan di situ (mobil Alphard) saja," ungkap Imron.

Dalam surat dakwaan milik terdakwa Ahmad Fathanah disebut bahwa pada tanggal 3 Desember 2012 ada aliran dana sebesar Rp 750 juta ke Luthfi Hasan Ishaaq dari Fathanah melalui Ali Imran di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE