Umar Patek
Rekontruksi dilakukan di tempat tinggal Patek dan tempat dimana dia bertemu dengan kelompoknya.

Detasemen Khusus 88/Antiteror kembali menggelar rekonstruksi untuk melengkapi berkas milik Umar Patek, tersangka kasus Bom Bali 2002, hari ini.

Pelaku teror yang ditangkap di Abbotabad, Pakistan pada Januari 2011 itu digelandang di sejumlah tempat di Jakarta saat dia bersembunyi sebelum berangkat ke Pakistan.

"Di gelar di sejumlah tempat di Jakarta," kata Kadiv Humas Irjen Saud Usman Nasution.

Saud merinci sejumlah rekonstruksi, diantaranya di rumah Muksin Jl Surilang no. 29 Kelurahan Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dikontrakkan Hassan Noer  di Jalan Madrasah Pamulang, Tangerang Selatan, lalu dikontrakan Patek dan Dulmatin di Jalan Salak, Pamulang.

Selanjutnya di rumah Bayu yang sempat menampung Patek di Jl Lamandau, Sukmajaya, Depok, dan dua kontrakan baru Patek, di  Jl Setia no 23 Bidaracina Jakarta Timur dan Kampung Melayu Kecil (depan Masjid Al Abbasiya). Juga di rumah kontrakan Budi di Pondok Ungu, Bekasi Utara.

Seorang penyidik Densus 88/Antiteror yang tak mau disebutkan namanya mengatakan jika adegan rekonstruksi di sejumlah tempat di Jakarta itu terkait tempat tinggal Patek dan juga tempat dimana dia bertemu dengan kelompoknya.

"Dia sempat bangkitkan semangat jihad sebelum berangkat ke Afghanistan via Pakistan pada Agustus 2010," imbuhnya.


Penulis: