Ilustrasi tersangka kasus suap Pilkada Lebak dan pencucian uang Tubagus Chaeri Wardana, (Wawan), dengan latar rumah di jalan Denpasar IV, dan sebagian kendaraan mobil mewahnya.

Jakarta - Penyelidikan terkait aliran dana Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan masih terus dilakukan oleh KPK. Setelah sebelumnya menyita mobil mewah milik Wawan, kini KPK mulai menyita mobil orang dekat adik Ratu Atut tersebut.

Mereka diduga terkait dengan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Wawan. Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan empat mobil baru disita dari Ketua DPRD Banten.

"Mobil yang disita berasal dari anggota DPRD Aeng Haerudin," kata Johan, Jumat (14/2).

Mobil tersebut adalah BMW X1 hitam B 412 ANA, Mitsubishi Pajero hitam B 2704 MT, Toyota Vellfire putih B 1490 SRS dan Toyota Vellfire hitam B 1476 SRS.

Satu mobil, kata Johan disita dari pegawai PT Bali Pasific Pragama yang bernama Anton. Dua mobil itu adalah Mitsubishi Pajero Putih B 153 LEE. Sementara mobil Suzuki APV hitam B 1528 SFX disita dari kantor PT Bali Pasific Pragama.

Total enam mobil tersebut diketahui sudah berada di kantor KPK sejak pukul 23.45 WIB semalam, Kamis (13/2). Dalam menyidik kasus ini, KPK sudah menyita 33 mobil.

KPK telah menjadikan Wawan sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang. KPK menyangkakan Wawan melanggar Pasal 3 dan atau 4 Undang-undang No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 Ayat (1) ke-(1) KUHP.

Wawan juga dijerat Pasal 3 Ayat 1 dan atau Pasal 6 Ayat 1 Undang-Undang No. 15/2002 sebagaimana diubah dengann UU Nomor 25/2003 tentang TPPU jo Pasal 55 Ayat (1) ke-(1) KUHP.

Penulis: Rizky Amelia/MUT