Alimin Abdullah Klaim Tak Pernah Terima Suap

Alimin Abdullah Klaim Tak Pernah Terima Suap
Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini (tengah) memberikan keterangan usai diperiksa KPK sebagai saksi dengan tersangka Waryono Karno, Jakarta, Rabu (29/1). ( Foto: Antara / Yudhi Mahatma )
Markus Junianto Sihaloho / YUD Rabu, 26 Februari 2014 | 17:25 WIB

Jakarta - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Alimin Abdullah, membantah dirinya pernah menerima uang suap dari Kementerian ESDM.

"Ah tidak benar itu, mana ada kita terima duit, teman-teman juga kaget ada hal semacam ini," kata Alimin di Jakarta, Rabu (26/2).

Sebelumnya, mantan Kabiro Keuangan ESDM, Didi Dwi Sutrisno Hadi, bersaksi di Pengadilan Tipikor dengan terdakwa mantan Kepala SKK Migas Rubi Rubiandini, bahwa seluruh anggota Komisi VII DPR, termasuk pimpinan, menerima uang dari Kementerian ESDM.

Awalnya Didi diminta oleh Sekjen ESDM Waryono Karno untuk menyediakan dana yang akan ditujukan untuk Komisi VII DPR. Karena tidak tahu harus mencari uang kemana, Wahyono sempat meminta Didi untuk menghubungi SKK Migas. Didi kemudian menghubungi salah seorang pegawai SKK Migas, Hardiyono untuk menanyakan soal uang.

Hardiyono kemudian datang membawa uang ke ESDM. Uang itu pun dihitung secara bersama-sama. Jumlahnya sekitar USD 140 ribu.

Setelah itu, Waryono menulis pembagian jatah uang itu di papan tulis. Pimpinan Komisi VII DPR mendapat USD 7.500. Seluruh anggota masing-masing mendapat USD 2.500. Sekretariat Komisi VII juga dapat bagian yang besarannya sama dengan anggota komisi.

Setelah itu, uang dimasukkan ke amplop masing-masing berinisial P, S, dan A.

Menurut Alimin, bagi pihaknya, masalah uang suap itu sudah jelas. Uang disebut ditaruh di amplop serta dititipkan ke stafnya Sutan Bhatoegana, Ketua Komisi VII.

Sementara Sutan sendiri sudah membantah menerima uang itu.

"Katanya duitnya 200 ribu US dollar, tapi kok dikumpulkan di sekjen ESDM sampai 800 ribu US Dolar. Untuk siapa duit itu?" Imbuhnya.

Dia justru mengklaim bahwa nama mereka telah dijual demi mendapat uang suap oleh pihak tertentu.

"Kayaknya nama kita dijual juga ini. Kenyatannya teman-teman di komisi bilang tak ada yang terima," kata dia.

CLOSE