Auditor BPK : Ada Empat Faktor Penyebab Korupsi

Auditor BPK : Ada Empat Faktor Penyebab Korupsi
Youth Action Committee Against Corruption (Kapak) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta. ( Foto: JG Photo )
/ WBP Selasa, 22 November 2011 | 00:56 WIB
Keempat faktor yang biasanya mendorong orang untuk melakukan korupsi : kebutuhan, tekanan, kesempatan dan rasionalisasi

Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Lukman Hakim mengatakan, ada empat faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

"Keempat faktor yang biasanya mendorong orang untuk melakukan korupsi antara lain faktor kebutuhan, tekanan, kesempatan dan rasionalisasi," katanya saat berbicara pada seminar nasional "Pemberantasan Kejahatan Perbankan, Tantangan Pengawasan Bank dan Masyarakat" di Kendari, Senin, (21/11).

Lebih lanjut Lukman menyatakan, seseorang yang terdorong untuk melakukan tindak pidana korupsi karena ingin mendapatkan sesuatu (kebutuhan), namun pendapatannya tidak memungkinkan.

"Biasanya dorongan korupsi dari faktor kebutuhan ini dilakukan oleh orang-orang bersentuhan langsung dengan pengelolaan keuangan," katanya.

Hal yang sama juga terjadi pada faktor tekanan. Hal ini biasanya dilakukan karena permintaan dari seseorang, kerabat atau atasan yang tidak bisa dihindari.

"Faktor tekanan ini bisa dilakukan oleh pengelola keuangan, bisa juga oleh pejabat tertinggi di lingkungan instansi pemerintah," katanya lagi.

Sedangkan untuk faktor kesempatan, kata dia, biasanya dilakukan oleh pemegang kekuasaan dengan memanfaatkan jabatan dan kewenangan yang dimiliki untuk memperkaya diri, meskipun cara untuk mendapatkan kekayaan tersebut melanggar undang-undang yang berlaku.

Demikian juga dengan rasionalisasi (pembenaran), biasanya dilakukan oleh pejabat tertinggi seperti bupati/walikota di tingkat kabupaten/kota atau gubernur di tingkat provinsi.

"Pajabat yang melakukan korupsi ini merasa bahwa kalau dia memiliki rumah mewah atau mobil mewah, orang lain akan menganggapnya rasional atau wajar karena dia adalah bupati atau gubernur," katanya.
CLOSE