Suap Mantan Presiden PKS, Dirut Indoguna Divonis 27 Bulan Penjara

Suap Mantan Presiden PKS, Dirut Indoguna Divonis 27 Bulan Penjara
Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/3). ( Foto: Antara/Andika Wahyu / Wahyu Putro A )
Rizky Amelia / WBP Selasa, 13 Mei 2014 | 14:24 WIB

Jakarta- Direktur Utama (Dirut) PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman divonis dua tahun tiga bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Elizabeth juga dijatuhi pidana berupa denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Purwono Edi Santoso mengatakan Maria telah terbukti secara sah dan meyakinkan menyuap Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq sebesar Rp 1,3 miliar.

Suap itu dilakukan agar Luthfi menggunakan jabatannya untuk mempengaruhi pejabat Kementerian Pertanian (Kemtan) memberi persetujuan permohonan penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 yang diajukan Indoguna.

Hakim menilai Maria telah terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan pertama. "Menyatakan terdakwa terdakwa Maria Elizabeth Liman terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Purwono, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (13/5).

Dalam menyusun vonis ini, hakim mempertimbangkan hal yang meringankan yaitu Maria selaku pengusaha memiliki tanggungan karyawan, sudah berusia lanjut dan belum pernah dihukum.

"Hal yang memberatkan adalah terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas korupsi kolusi dan nepotisme," kata Purwono.

Seperti diketahui, Direktur Utama (Dirut) PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman dituntut dengan pidana empat tahun dan enam bulan penjara serta pidana denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan.

Maria bersama dengan Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi dalam kurun waktu Oktober 2012 sampai Januari 2013, menyuap Luthfi hasan Ishaaq selaku Anggota Komisi I DPR periode 2009-2014 sekaligus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar Rp 1,3 miliar.

CLOSE