Abraham Samad, Ketua KPK yang baru
Abraham Samad, Ketua KPK yang baru (sumber: Antara)
Setelah dilantik di Istana Negara, pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menggelar konferensi pers pertama di kantor KPK.

Kelima pimpinan baru KPK itu, Abraham Samad, Bambang Widjajanto, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen kompak berseragam serba putih saat konferensi pers di auditorium gedung KPK.

Yang tak biasa dari konferensi pers ini adalah Busyro tak lagi duduk di tengah. Mantan Ketua KPK itu duduk menepi. Posisi kursi tengah, kini diduduki oleh Abraham.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mendapuk Abraham sebagai Ketua KPK baru untuk memberikan keterangan pers soal pelantikan KPK.

Abraham sempat menolak permintaan Johan itu. Kata Abraham, biar Bambang saja yang mulai berbicara pada pers.

Namun, setelah didesak Johan, Abraham akhirnya bersedia melontarkan keterangan pers pada wartawan.

Ketika berbicara, Abraham pun tak menyampaikan banyak hal. Setelah memegang mikrofon, Abraham hanya menyampaikan dua kalimat, kemudian mengalihkan mikrofon kepada Bambang.

"Soal kepentingan KPK ke depan, saya serahkan ke Bambang," kata Abraham.

Bambang tampak tak siap. Tapi, dia tidak mampu menolak permintaan spontan Ketua KPK itu.

Sesaat sebelum Bambang berbicara, Busyro melontarkan gurauan terhadap aksi "lempar mikrofon" Abraham.

"Pak Bambang jangan serahkan ke saya," kata Busyro dan disambut tawa oleh wartawan.

Awal bulan lalu, setelah terpilih sebagai ketua KPK, Abraham juga memilih irit bicara walau acara tersebut merupakan penyambutan koleganya di kantor lamanya di Makassar.

Ia menolak diwawancarai wartawan dan menutup mulutnya dengan masker berwarna hijau. "Bukan saatnya lagi saya diwawancarai banyak-banyak. Kini, harus banyak kerja," katanya saat itu.

Kini, setelah resmi dilantik dan saat sesi tanya jawab, Abraham juga tidak memberikan satu pun jawaban atas pertanyaan wartawan.

Justru, lagi-lagi Bambanglah yang menanggapi semua pertanyaan wartawan. Tak hanya Bambang, Zulkarnaen, dan Adnan juga sumbang suara menjawab pertanyaan wartawan.

Sewaktu uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR, Abraham berjanji akan membersihkan korupsi di semua lembaga, termasuk di lingkungan Istana dan DPR.

Dia berani berjanji membuktikan ucapannya itu dengan tindakan. "Jangankan Istana dan DPR, saudara kandung saya saja jika korupsi saya gantung. Saya akan yakinkan masyarakat dengan tindakan," tegasnya.

Kini, kepemimpinan KPK sudah resmi di tangannya. Sekarang saatnya masyarakat mengawasi kinerja mereka dan menunggu realisasi.