Olga kerapkali menuai kontroversi akibat lawakannya
Ucapan Olga dapat menimbulkan anggapan perkosaan bukanlah hal besar

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan menggelar rapat pleno minggu depan menyikapi laporan aktivis wanita Lentera yang memrotes ucapan komedian Olga Syahputra.

Ia dinilai menyakiti perasaan korban perkosaan dalam acara peringatan hari jadi sebuah televisi swasta hari Kamis (18/12).

Anggota KPI Ezki Suyanto mengatakan kepada beritasatu, hari ini, KPI sudah menerima aduan dari Lentera. 

Dalam perannya sebagai suster ngesot di acara Dekade Trans TV, Olga ditanya sebab meninggalnya dan dia menjawab bahwa sebabnya adalah sepele akibat diperkosa sopir angkot.

"Lentera menyatakan keberatan atas olok-olok Olga," ujar Ezki.

Hasil  laporan Lentera yang  dipublikasikan KPI di situs webnya menyatakan bahwa perwakilan Lentera,  Helga Worotijan, mengkhawatirkan pernyataan seorang publik figur  dapat menggiring opini publik.

Selain itu, ucapan Olga dapat menimbulkan anggapan  bahwa perkosaan bukanlah masalah besar.

KPI, lanjutnya, akan memanggil semua televisi swasta dengan siaran nasional dan lokal yang berbasis di Jakarta untuk menjelaskan perlunya pemahaman dan sensitifitas stasiun televisi atas hal seperti ini.

"Saya  sendiri sudah berkomunikasi dengan pihak televisi yang bersangkutan dan  mereka mempunyai itikad baik untuk meminta maaf. Ucapan Olga itu tidak  tercantum dalam naskah.  Sifatnya spontan," ujar Ezki.


Penulis: