Korban Tewas Penembakan Paniai Pelajar SMA

Penembakan di Paniai Papua (SP/Roberth Vanwi/Istimewa)

Oleh: Robert Isidorus | Selasa, 9 Desember 2014 | 08:38 WIB

Jayapura - Kelima warga sipil yang tewas ditembak aparat keamanan ternyata masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Mereka adalah pelajar SMA Negeri 1 Paniai Timur. Salah satu pelajar yang tewas tertembak, Simon Degei, masih berusia 18 tahun. Ia sekolah di SMA Negeri 1 Paniai Timur dan saat ini berada di Kelas III.

Ini dikatakan Ketua Yayasan Yemewak Harold Gobay saat dihubungi SP, Selasa (9/12) pagi, via telepon dari Jayapura.

Otianus Gobai (18), yang merupakan siswa kelas III SMA Negeri 1 Paniai Timur, bahkan masih mengenakan baju sekolah saat peristiwa terjadi.

Kemudian, Alfius Youw berusia (17) siswa kelas III SMA Negeri 1 Paniai Timur. Kemudian Yulian Yeimo (17), yang masih di kelas I SMA Negeri 1 Paniai Timur.

Lalu Abia Gobay berumur 17 tahun. Ia juga siswa SMA Negeri 1 Paniai Timur. Seperti tiga rekan lainnya, ia berada di Kelas III.

Abia ditemukan tewas ditembak di Kampung Kogekotu, sebelah lapangan terbang, sekitar 400 meter dari Kantor Polsek Enarotali. Mayat Abia Gobay telah dibawa pergi ke rumah oleh keluarga.

Hingga Selasa (9/12) pagi, mayat para korban masih dijejer di lapangan terbuka sepak bola "Karel Gobay" di pusat kota Enarotali.

Keluarga korban bersama masyarakat mengadakan upacara duka bersama. Di sana, warga telah memasang tenda di lapangan.

"Mereka akan berada di sini sampai Kapolda dan Pangdam datang tanggung jawab atas perbuatan anak buah mereka," kata Harold.

Dikatakan, nama-nama pelajar yang menjadi korban penembakan telah menyebar di antara masyarakat. "Anak-anak ini sering juga menginap di tempat penampungan di yayasan," ujarnya.


Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT