KPI Beri Sanksi ke "Kompas TV" atas Wawancara Ahok

KPI Beri Sanksi ke
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mulai masuk kantor setelah tiga hari sakit karena demam berdarah. Basuki tiba di Balai Kota sekitar pukul 08.15 WIB dengan mengenakan batik warna cokelat, Kamis, 12 Maret 2015. ( Foto: Suara Pembaruan/Deti Mega P )
Ezra Sihite Selasa, 24 Maret 2015 | 13:18 WIB

Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberi sanksi kepada salah satu stasiun televisi nasional, Kompas TV, atas penyiaran segmen wawancara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau yang akrab disapa Ahok.

Dalam segmen program jurnalistik Kompas Petang dianggap terdapat pernyataan kasar atau tidak santun yang diungkapkan Ahok saat diwawancara.

Sanksi yang diberikan adalah dalam bentuk penghentian sementara program tersebut dalam waktu tiga hari. Adapun wawancara dengan Ahok ditayangkan pada 17 Maret 2015 pada pukul 18.18 WIB.

Keputusan ini dikeluarkan KPI melalui surat nomor 225/K/KPI/3/15 tertanggal 23 Maret 2015.

Kompas TV dianggap telah lalai dan tidak tanggap menghentikan narasumber yang menyampaikan hal-hal tidak pantas kepada publik,” demikian kutipan rilis pers KPI yang juga dilansir Sekretariat Kabinet, Selasa (24/3).

KPI menilai sejumlah ucapan Ahok dalam program wawancara tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14 Ayat (2), Pasal 17, dan Pasal 22 Ayat (3) serta Standar Program Siaran Pasal 9 Ayat (2), Pasal 15 Ayat (1), dan Pasal 24 yaitu mengeluarkan sejumlah pernyataan kasar/kotor yang dilarang untuk ditampilkan karena tidak santun, merendahkan martabat manusia, dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat, serta rentan untuk ditiru oleh khalayak, terutama anak-anak dan remaja.

Sementara pemberian sanksi terhadap stasiun televisi menurut KPK karena Kompas TV tidak bisa mengantisipasi dan mengingatkan narasumber menggunakan kata-kata yang melanggar pedoman perilaku.

Wawancara dengan gubernur tersebut memang dilakukan secara langsung (live).

“Pedoman Perilaku Penyiaran KPI Tahun 2012 Pasal 35 huruf e mengatur bahwa seorang pewawancara pada suatu program siaran wajib mengingatkan dan/atau menghentikan jika narasumber menyampaikan hal-hal yang tidak layak untuk disiarkan kepada publik,” demikian kutipan rilis pers KPI.

Selain menghentikan segmen wawancara pada program jurnalistik Kompas Petang selama tiga hari berturut-turut, KPI juga memberi sanksi kepada Kompas TV.

Kompas TV wajib menyampaikan permintaan maaf kepada publik yang disiarkan pada waktu siar yang sama dalam program jurnalistik Kompas Petang.

CLOSE