Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin (kedua kanan) didampingi Wakil Menteri Denny Indrayana (kedua kiri) dan jajarannya memberikan keterangan pers saat Refleksi akhir tahun Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Jakarta, Rabu (28/12). Menteri Amir akan menambah fasilitas kamera CCTV untuk fungsi pengawasan rutan dan lapas
Nasir berdalih kunjungannya itu adalah untuk membesuk kakaknya, Nazaruddin, yang tengah sakit

Pasca pertemuan rahasia terdakwa kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, yang terungkap dalam inspeksi mendadak di Rumah Tahanan Cipinang, Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumhan) akan memperbanyak jaringan kamera pengintai (CCTV) di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) aupun Rumah Tahanan (Rutan).

"Untuk lebih mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan langsung  melalui CCTV,  maka akan dilakukan penambahan CCTV," kata Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemenkumham, Minggu (12/2).

Dia mengatakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terus melakukan pengawasan terus melakukan pembenahan dan perbaikan sistem di instansinya dengan, salah satunya, memperbanyak CCTV.

Menurut Amir, penambahan CCTV itu akan dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan Kota Besar lainnya.

Semua Rutan dan Lapas yang sudah terpasang CCTV akan terhubung langsung dengan ruang kerja Menkumham dan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana.

Amir mengatakan pemasangan CCTV tersebut berhasil mengungkap adanya penyimpangan yang terjadi di rutan maupun lembaga pemasyarakatan.

Amir menyebutkan, pada Rabu (8/2), Menkumham mendapati  adanya pertemuan antara  Nazaruddin dengan sejumlah pihak di luar jam kunjungan saat Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah tahanan Cipinang.

Denny melakukan sidak lantaran ia mendapati adanya aktivitas di malam hari di Rumah Tahanan Cipinang berdasarkan kamera CCTV yang terhubung di ruang kerjanya.

Saat melakukan sidak, Denny mendapatiNazaruddin tengah melakukan pertemuan dengan saudaranya yang juga anggota DPR, M Nasir, Djufri Taufik mantan kuasa hukum Mindo Rosalina Manulang, Arif Rahman dan beberapa orang lainnya.

Nasir berdalih kunjungannya itu adalah untuk membesuk kakaknya, Nazaruddin, yang tengah sakit.

Pertemuan itu, kata Denny, tidak dibenarkan lantaran dilakukan di luar jam kunjungan dan di luar ruang kunjungan.

Penulis: /SES