Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng mengatakan pertemuan di kantornya pada Januari 2010 antara dirinya dengan Ketua Komisi X DPR Mahyuddin, Angelina Sondakh, Nazaruddin, dan Wafid Muharam adalah untuk silaturahim.
"Pertemuan itu untuk mengucapkan selamat untuk hasil SEA Games 2009 di Laos. Dan bukan untuk mengucapkan selamat menjadi menteri," kata Andi saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/2).
Padahal, Andi Mallarangeng dilantik sebagai Menpora dalam Kabinet Indonesia Bersatu II pada Oktober 2009. Sementara, pertemuan dengan para koleganya dari Partai Demokrat itu berlangsung pada Januari 2010.
"Apa enggak terlalu lama memberikan selamat?," tanya hakim Marsudin Nainggolan.
Menanggapi hal itu, Andi buru meralat pernyataannya sebelumnya dia diberi ucapan selamat sebagai menteri.
Ia mengaku akibat kesibukannya sebagai menteri, baru bertemu dengan para koleganya tersebut. Mereka memuji keberhasilan Indonesia naik peringkat dalam SEA Games Laos 2009.
Pernyataan Andi tersebut berbeda dengan pernyataan saksi Angelina Sondakh. Politikus Partai Demokrat yang akrab dipanggil Angie tersebut mengatakan pertemuan tersebut terjadi untuk memperkenalkan Andi sebagai menteri baru dari Partai Demokrat.
"Pertemuan itu hanya silaturahim. Saat itu silaturahim memperkenalkan Andi Mallarangeng sebagai Menteri baru dari Partai Demokrat. Tidak ada (soal Wisma Atlet), yang dibicarakan saat itu adalah bagaimana SEA Games ini sukses," kata Angelina Sondakh di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/2).
Menurut Angie, dia hadir dalam pertemuan yang diakui sebagai silaturahim tersebut karena mendapat pesan singkat untuk hadir di pertemuan itu.
Walaupun, diakui dalam pertemuan tersebut membahas secara singkat mengenai PSSI, KNPI dan SEA Games.
"Tindak lanjut dari pertemuan, pada tanggal 13 April 2010 secara resmi pemerintah mengajukan usulan untuk Kemenpora berupa tambahan anggaran Rp2,125 triliun," ungkap Angie.
Walaupun, lanjut Angie, akhirnya pagu anggaran yang disetujui sebesar Rp950 miliar. Di mana, pagu anggaran yang ditentukan Rp350 miliar dan ditambah dengan Rp 600 miliar yang dari pengajuan tambahan anggaran dari Kemenpora.
Seperti diketahui, Nazaruddin mengatakan ada pertemuan di Kemenpora bersama dengan Andi Mallarangeng, Mahyudin, Angelina Sondakh dan Wafid Muharam.
Pertemuan tersebut membahas mengenai Wisma Atlet SEA Games dan Sport Centre Hambalang.





