Kuasa Hukum tersangka kasus suap Wisma Atlet M Nazaruddin, Hotman Paris Hutapea, mencurigai Choel Mallarangeng, adik Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, menggunakan uang suap senilai Rp10 miliar untuk membeli mobil Ferrari California.
Kepada Andi yang dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang, Hotman mempertanyakan pendidikan dan pekerjaan Choel.
"Dia lulusan Universitas Jayabaya. Lalu bekerja di Singapura. Membuat usaha. Gajinya cukup besar," kata Andi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/2).
Hotman selanjutnya membeberkan kesaksian Mindo Rosalina Manulang, mantan Direktur Marketing PT Anak Negeri yang mengaku uang Rp20 miliar untuk meloloskan proyek Hambalang dan Wisma Atlet sisanya sebanyak Rp10 miliar mengalir ke Choel.
"Yang saya dengar ini sudah dikembalikan," kata Andi.
Mendengar jawaban Andi, Hotman menceritakan ia pernah memesan untuk membeli mobil Ferari tipe California warna merah seharga Rp6 miliar.
Akan tetapi, mobil incaran Hotman itu malah diserahkan ke Choel yang datang ke showroom mobil Ferari Pondok Indah membawa uang tunai.
Hotman harus menunggu dua bulan kemudian untuk mendapatkan mobil yang sama.
"Harusnya mobil Ferrari di Pondok Indah itu untuk Hotman Paris. Tapi karena Hotman Paris tidak punya uang tunai, dibelilah uang itu oleh Choel," kata Hotman.
Menurut Hotman, peristiwa pembelian mobil Ferari itu terjadi bersamaan dengan pemberian uang Rp10 miliar kepada Choel.
Andi mengaku tidak hapal dengan mobil yang dimiliki oleh adiknya tersebut.





