Ketua KPK Abraham Samad (tengah) didampingi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (kanan) dan Buysro Muqoddas (kiri) memaparkan hasil kinerja KPK di hadapan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (1/3).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar penjagaan kemanan bagi terdakwa di 33 Pengadilan Tipikor seluruh Indonesia diketatkan.

Menurut KPK, persoalan keamanan di pengadilan bisa menghambat penanganan kasus korupsi di peradilan. 

"Jangan sampai penanganan kasus korupsi terkendala karena faktor keamanan tidak dilakukan secara optimal," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat rapat dengan Komisi III DPR di gedung Parlemen, Kamis (1/3). 

Hal tersebut disampaikan Bambang menyusul insiden  pembacokan terhadap jaksa nonaktif Sistoyo, terdakwa kasus suap di pengadilan Tipikor Bandung.

Sistoyo diserang dengan senjata tajam seusai persidangan oleh seseorang berinisial DS. 

"Mekanisme pengamanan dan pengawalan penting. Ada 33 pengadilan Tipikor dan penjagaan menjadi penting. Ini bagian keprihatinan kami,” lanjut mantan advokat tersebut. 

Sementara Busyro Muqoddas mengatakan KPK sebelumnya sempat meminta bantuan pengamanan sidang di Bandung tersebut.

Permintaan tersebut dilakukan melalui surat direktur KPK yang meminta pengamanan sidang dan biaya operasional menjadi bagian keuangan KPK.

KPK menyebutnya, antisipasi. Namun penyerangan tetap terjadi dan menjadikan si terdakwa menjadi korban. 

"Permohonan kami agar diberikan pengamanan dan biaya operasional menjadi bagian keuangan KPK," kata Busyro.

Penulis: