Mochtar Muhammad, Wali Kota Bekasi non-aktif
KPK telah mengirimkan tim untuk menjemput paksa Mochtar sejak Selasa (20/3) petang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap terpidana korupsi, Mochtar Mohammad,  Walikota nonaktif Bekasi, di Bali.

"Benar, yang bersangkutan ditangkap di Seminyak, Bali sekitar pukul 11.00 WIB," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, saat dikonfirmasi melalui  pesan singkat, hari ini.

Johan mengatakan KPK telah mengirimkan tim untuk menjemput paksa Mochtar sejak Selasa (20/3) petang.

Bahkan KPK akan Walikota Bekasi non-aktif  tersebut dalam DPO kepolisian jika upaya jemput paksa tidak berhasil dilakukan.

Latar Belakang Kasus
MA membatalkan vonis bebas terhadap terdakwa Mochtar  Mohammad. Sebab, hakim kasasi yang dipimpin Djoko Sarwoko, Leo  Hutagalung, dan Khrisna harahap menyatakan Mochtar bersalah dan  menjatuhkan hukuman enam tahun penjara dan denda 300 juta.

Sebelumnya, pada tanggal 11 Oktober 2011, Pengadilan Tipikor Bandung  membebaskan terdakwa Mochtar Mohammad. Sebab, tidak terbukti melakukan  tindak pidana korupsi.
 
Padahal, Jaksa KPK menuntut terdakwa Mochtar Mohammad dengan hukuman  penjara selama 12 tahun dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan. Dia  didakwa dengan tiga dakwaan tetapi divonis bebas oleh hakim Tipikor  Bandung.
 
Empat perkara korupsi yang didakwakan pada terdakwa adalah, suap Piala  Adipura 2010, penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) Kota Bekasi, suap kepada BPK dan penyalahgunaan anggaran  makan-minum yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 5,5 miliar.

Penulis: