Latihan Bela Negara FPI, Ini Tanggapan Istana

Pramono Anung (Antara/Widodo S Jusuf)

Oleh: Carlos KY Paath / YUD | Senin, 9 Januari 2017 | 20:02 WIB

Jakarta – Latihan bela negara yang sempat digelar Kodim Lebak, Banten untuk anggota Front Pembela Islam (FPI) Banten mengundang kecaman. Latihan yang tidak sesuai prosedur tersebut menyebabkan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 06/03 Lebak Letkol Czi Ubaidilah dicopot dari jabatannya.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, persoalan latihan tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak. “Pengalaman berharga, bagi siapa pun yang ingin membuat acara seperti itu,” kata Pramono di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (9/1).

Pramono mengaku telah menanyakan kepada Panglima Komando Daerah Militer (Pandam) III Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra mengenai pencopotan Dandim Lebak. Diungkapkan, terdapat kesalahan prosedur dalam pelatihan bela negara.

Dandim dinilai tidak melaporkan kegiatan kepada atasan. Sebenarnya, pihak yang bertanggung jawab adalah Komandan Komando Rayon Militer (Danramil). Sebab, kegiatan itu berada di tingkat Koramil. Danramil telah melaporkan ke Dandim. Namun, Dandim tidak melaporkannya ke Komandan Komando Resort Militer (Korem) maupun ke Pangdam.

“Kan tingkatannya di Danramil. Tapi Danramil ini melaporkan kepada Dandimnya. Dandimnya sudah dicopot,” ujar Pramono.

Dia menyatakan, pelatihan dan pelaksanaan bela negara bakal ditangani Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas). Dijelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan membentuk Wantanas dengan tugas khusus mengenai bela negara. “Tinggal menunggu terbitnya peraturan presiden,” tegasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT