Mantan Ketua KPK Antasari Azhar,  memberikan keterangan pers usai memberi laporan terkait kasus SMS gelap yang mengatasnamakan dirinya sejak tahun 2011 lalu di Bareskrim Polri, Jakarta, 14 Februari 2017.

Kasus Antasari-SBY, Polri Bentuk Tim

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar, memberikan keterangan pers usai memberi laporan terkait kasus SMS gelap yang mengatasnamakan dirinya sejak tahun 2011 lalu di Bareskrim Polri, Jakarta, 14 Februari 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Mabes Polri menanggapi langkah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar yang melaporkan dugaan tindak pidana persangkaan palsu ke Bareskrim Polri. Dalam laporan LP/167/II/2017/Bareskrim tertanggal 14 Februari 2017 itu, Antasari melaporkan pelaku atas dugaan tindak pidana persangkaan palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 318 KUHP. Antasari merasa sebagai korban kasus rekayasa.

"Pengaduan yang masuk akan diuji dulu apakah bisa jadi sebuah laporan polisi apa tidak. Yang menguji anggota reserse, ingin dilihat apakah bisa dituangkan ke laporan. Kalau bisa, akan bergulir melalui administrasi dan disposisi ke unit kerja yang akan menangani,” kata Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/2).

Martinus melanjutkan, hari ini laporan itu telah diserahkan ke Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) untuk dilakukan penyelidikan. Jika pidana, akan ditingkatkan ke penyidikan. Dalam penyidikan akan dicari barang bukti dan kelak akan ditemukan tersangkanya.

”Jika dalam lidik gak dikatakan ada pidana, maka proses penyelidikan dihentikan. Maka dalam laporan Antasari atau SBY, masih didalami, dipelajari, sudah ditunjuk timnya dan dimulai penyelidikan,” sambungnya.

Seperti diberitakan, Antasari melaporkan dugaan penghilangan barang bukti yang dibutuhkan dalam persidangan sehingga melanggar Pasal 417 KUHP. Menurut Antasari, seorang pejabat sengaja menghilangkan barang bukti pakaian yang dikenakan mendiang Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Dalam surat laporan tersebut, tidak disebutkan siapa pihak yang dilaporkan dan hanya tertulis pelapor dalam penyelidikan. Dia berharap penyidik Bareskrim mampu bekerja cepat dalam memproses laporannya itu.

Antasari juga menuduh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai inisiator rekayasa kasusnya. Tak terima, SBY balik melaporkan Antasari dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.





Farouk Arnaz/WBP

BeritaSatu.com