Tak Terbukti Siram Novel, Keponakan Muchtar Effendi Dilepas

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba untuk menjalani perawatan di RS Jakarta Eye Center, Jakarta, 11 April 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Farouk Arnaz / Bayu Marhaenjati / JAS | Jumat, 19 Mei 2017 | 13:50 WIB

Jakarta - Penyelidikan Polri dalam kasus penyiraman air keras jenis asam sulfat yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan yang terjadi sejak Selasa subuh 11 April lalu lagi-lagi menemui jalan buntu.

Nico Panji Tirtayasa alias Mico yang sempat diamankan di daerah Bandung dan diperiksa akhirnya dilepas. Hasil penyelidikan polisi memastikan Mico yang merupakan keponakan Muchtar Effendy itu tak terkait kasus Novel.

"(Dia ditangkap) setelah dicari oleh kepolisian karena viral videonya di medsos. Di mana dia menyatakan di video itu jika dia kecewa dan tidak suka dengan kesaksian yang diberikannya pada waktu diperiksa oleh penyidik di KPK," kata Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri Jumat (19/5).

Dalam video itu Mico menganggap keterangan yang diberikan di KPK untuk memojokan Muchtar adalah tidak benar alias palsu. Dia mengatakan bersaksi palsu karena ditekan Novel dan KPK yang mengakibatkan Muchtar masuk bui.

"Jadi dia ini salah satu yang potensial untuk dilakukan pendalaman apa kekecewaannya terhadap proses hukum di KPK itu menjadikan dia sakit hati, dendam, lalu melanggar hukum. Kemudian dia dicari ditemukan di Bandung, dan diajak ke Jakarta," lanjut Rikwanto.

Jadi waktu ditemukan di Bandung dan diajak ke Jakarta itu Mico bukan dipanggil atau ditangkap. Sesampai Jakarta dia diinterogasi dan dicek semua alibinya.

"Dia berada dan ketemu siapa di tanggal 11 April itu. Pada akhirnya disimpulkan tadi malam alibinya kuat. Saudara Mico ini tidak terkait dengan penyiraman tersebut. Sehingga tadi pagi saudara Mico dipulangkan ke tempat tinggalnya di daerah Jawa Barat sekitar Tasikmalaya," sambungnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/5) menuturkan, Niko berada di luar Jakarta pada saat kejadian penyerangan terhadap Novel.

"Sudah kami cek sedang berada di luar Jakarta. Dia tak ada di lokasi. Dia cuma menyampaikan rasa ketidakpuasan karena dia ditekan. Dia kemarin memang sempat potensial untuk kasus penyiraman ini. Setelah kami dalami, ternyata tidak. Ya sudah kami pulangkan. Masa kami mau paksa kan seseorang menjadi tersangka," jelasnya.

Menyoal apakah ada dugaan Niko yang memerintah orang untuk menyerang Novel, Argo menegaskan tidak. "Enggak lah. Sudah kami cek semua, tidak ada. Sekarang kita lakukan penyelidikan yang lain lagi," tandasnya.

Dengan dilepasnya Mico maka hingga kini sudah empat orang yang sebelumnya ditangkap polisi karena dicurigai terlibat kasus Novel. Namun ternyata kesemuanya itu dipastikan bukan pelaku sehingga menjadikan kasus ini tetap gelap. Meski begitu polisi mengaku belum menyerah dan minta diberi waktu.








Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT